
Kepala Satreskrim Polres Garurt, AKP Maradona Armin Mappaseng menyebut berdasarkan hasil pemeriksaan anak pertama UR dipastikan tidak ikut menjadi korban pencabulan seperti kedua adiknya. "Kepada penyidik, anak pertama pelaku ini menyebut bahwa selama ini ia tinggal bersama neneknya sehingga tidak pernah mengalami nasib seperti kedua adiknya," ujarnya, Selasa (9/7).
Dengan adanya pengakuan tersebut, maka dipastikan bahwa korban pencabulan yang dilakukan UR hanya dua anaknya saja, yaitu anak kedua dan ketiga. Hal tersebut sendiri menurutnya sejalan dengan pengakuan UR kepada penyidik saat diperiksa beberapa waktu lalu.
"Anak pertama pelaku ini sendiri sempat kaget bahkan menangis dan syok setelah tahu kedua adiknya menjadi korban pencabulan dari ayah kandungnya. Jadi dia tahunya setelah adiknya akan melahirkan. Tadi juga saat diperiksa oleh penyidik sempat menangis dan mengaku sangat kecewa," ungkapnya.