816Agent
816WIN

Bandar Bola 816agent

Bandar Bola 816agent

Judi Bola

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Prediksi Bola 816Agent

Prediksi Bola

Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Mei 2020

Tiga Metode Dipakai Pemerintah untuk Deteksi Covid-19

Tiga Metode Dipakai Pemerintah untuk Deteksi Covid-19

Indonesia memakai tiga metode tes untuk mendeteksi virus Corona atau Covid-19. Pertama, menggunakan Real Time - Polymerase Cgain Reaction (RT-PCR).
Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, menjelaskan tes model ini memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang cukup tinggi bahkan hampir 95 persen. Tes ini juga dipakai banyak negara. Caranya, mengambil cairan dari hidung atau tenggorokan.
"RT PCR inilah yang dipakai di seluruh dunia untuk memastikan apabila sampel berupa swabnya diambil dari hidung atau tenggorokan, itu bisa dites dan menunjukkan positif atau negatif terhadap virus SarsCov 2 ini," kata Wiku di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Selasa (5/5).
Metode kedua yang dipakai melalui Tes Cepat Molekuler (TCM). Tes ini dilakukan secara molekuler dan mempunyai sensitifitas sekitar 95 persen.
"TCM, tes cepat molekuler, menggunakan sebuah yang relatif cepat, dilakukan secara molekuler, dan ini memiliki sensitivitas dan spesifisitas cukup tinggi sekitar 95 persen," katanya.
Kendati hampir sama dengan RT-PCR, TCM dinilai lebih cepat. Sebab, tes RT-PCR harus memerlukan reagen dan sampel.
"Kalau yang Rat PCR tadi sering disebut sebagai open system jadi sistemnya terbuka, memerlukan reagen dan sampel dan bisa dilakukan tes dengan relatif cepat beberapa jam sudah bisa ketemu hasilnya," kata Wiku.
Wiku memaparkan, alat tes TCM sebelumnya hanya dipakai untuk menguji sejumlah penyakit. Misalnya, TBC, HIV, dan lainnya. Bahkan, alat ini diklaim sudah dimiliki oleh pemerintah Indonesia dan tersebar di banyak tempat.
"Kalau ini dipakai, maka hasilnya lebih cepat keluarnya dan sangat spesifik dan sensitif. Alat ini sebenarnya dimiliki oleh pemerintah Indonesia tersebar di banyak tempat, cuma masalahnya cartridge atau kasetnya itu kesulitan kita mendapatkannya karena persaingan di dunia semua perlu itu," jelasnya.
Metode tes ketiga, lanjutnya, uji cepat atau biasa disebut Rapid Diagnostic Test (RDT). Tes ini berupa mengetes antibodi dalam tubuh seseorang.
"Jadi yang sering dipakai adalah RDT antibodi, di mana rapid test ini bisa mendeteksi adanya antibodi yang telah muncul di penderita, biasanya antibodi itu muncul setelah orang tersebut terpapar dan mulai tubuhnya melawan," kata Wiku.
"Maka dari itulah pentingnya memiliki suatu sistem dalam pengujian, kalau sampai positif di harus di-follow up dengan tes menggunakan RTPCR untuk memastikan hasilnya," pungkasnya.

Senin, 10 Februari 2020

Ini Perbedaan Gejala antara Infeksi Virus Corona dengan Flu atau Selesma

Ini Perbedaan Gejala antara Infeksi Virus Corona dengan Flu atau Selesma

Banyak orang yang kebingungan membedakan gejala anatara flu atau selesma dengan Novel coronavirus (2019-nCoV) atau biasa disebut virus corona. Keduanya memiliki gejala yang disebut sama sehingga sulit dibedakan.
Walaupun begitu, dokter spesialis paru Agus Dwi Susanto mengungkapkan bahwa selesma, flu, maupun infeksi virus corona tetap memiliki perbedaan secara gejala infeksi.
Dalam pemaparannya di sebuah temu media di Cikini, Agus mengungkapkan bahwa selesma atau common cold umumnya disebabkan oleh virus seperti rhinovirus atau human coronavirus. Sementara flu, disebabkan oleh virus influenza.
"Biasanya flu lebih cepat. Kalau dia gejalanya cepat seperti demam, sakit kepala atau pinggang, bahkan nyeri-nyeri sendi, lemas, ini biasanya influenza," kata Agus yang juga Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PP-PDPI) ini.

Common Cold dan Infeksi Novel Coronavirus

Sementara itu, common cold biasanya disertai dengan nyeri tenggorokan, meriang, terbatuk-batuk, serta hidung mampet bahkan di kedua bagiannya sehingga harus bernapas dari mulut.
"Ini modelnya rhinovirus atau coronavirus. Biasanya kalau influenza lebih ringan," kata Agung menjelaskan. Di sisi lain, untuk novel coronavirus, gejalanya hampir mirip dengan keduanya. Namun di sini, ada satu gejala khas yaitu sesak napas.
"Nah, yang terbaru ini ada gejala disertai dengan diare. Kalau flu biasa jarang-jarang ada diare," kata Agus. Yang pasti, gejala umum dari infeksi novel coronavirus adalah batuk, pilek, demam, dan sesak napas.
"Dan pada kasus yang lebih berat, lama-lama akan terjadi progresivitas infeksi masuk ke paru, terjadilah pneumonia," ujarnya.
Jika dibandingkan dengan virus corona baru, selesma dan influenza jarang menyebabkan pneumonia dan bisa sembuh dengan sendirinya. Hanya infeksi novel coronavirus saja yang bisa berlanjut ke pneumonia bahkan mampu berakhir dengan kematian.
"Sama seperti SARS, MERS-CoV, juga komplikasinya cepat yang berlanjut jadi pneumonia," tandasnya.

Jumat, 07 Februari 2020

5 Cara Pengobatan Alami yang Bisa Bantu Hilangkan Radang Tenggorokan

5 Cara Pengobatan Alami yang Bisa Bantu Hilangkan Radang Tenggorokan

Kondisi cuaca yang serba tak menentu seperti saat ini bisa menjadi penyebab terjadinya sejumlah masalah kesehatan. Salah satu gangguan kesehatan yang rentan terjadi adalah radang tenggorokan.
Menurut sebuah penelitian, tekanan dari bakteri yang menyebabkan radang tenggorokan ini mungkin bisa bertahan terhadap penisilin serta jenis antibiotik lain. Hal ini bisa menyebabkan dampak serius pada banyak orang di seluruh dunia.
Terjadinya radang tenggorokan pada seseorang ini merupakan hal yang bisa sangat mengganggu. Kamu bakal kesulitan untuk menelan serta rasa gatal yang membandel dan tak kunjung hilang.
Untungnya, terdapat berbagai cara yang secara alami dan mudah bisa menghilangkan masalah ini. Dilansir dari The Health Site, berikut sejumlah pengobatan alami yang bisa membantu untuk menghilangkan radang tenggorokan.

Beristirahat

Tidur merupakan cara bagi tubuh untuk memulihkan diri. Hal ini juga bisa membantu untuk menghilangkan infeksi. Ketika kamu mengalami radang tenggorokan, tidur lebih lama bisa menjadi cara untuk mempercepat pemulihan pada tubuh.

Minum Banyak Air

Konsumsi air putih bisa jadi cara untuk mengusir radang tenggorokan ini. Kamu bisa mengonsumsi setidaknya 7 hingga 8 gelas setiap hari sesuai anjuran.
Untuk mendapat hasil yang lebih optimal, sebaiknya minum air hangat atau juga konsumsi sup panas. Hal ini bisa membantu tenggorokan tetap lembap dan terlubrikasi sehingga kamu tak mengalami kesulitan saat menelan.

Hindari Penyebab Iritasi

Hindari polutan yang bisa menyebakan iritasi di tenggorokan. Hal ini sangat penting dilakukan demi menghindari rasa sakit akibat radang tenggorokan.
Hindari sejumlah hal seperti merokok, cat, serta sejumlah produk pembersih. Gunakan masker untuk melindungi tenggorokan dan paru-paru dari sejumlah polusi yang ada di lingkungan sekitar.

Berkumur

Campurkan air hangat dengan garam serta gunakan untuk berkumur tiga kali setiap hari. Hal ini bisa membantumu mengurangi masalah radang tenggorokan ini.
Berkumur merupakan cara mudah untuk membuat tenggorokanmu tetap lembap. Sedangkan garam bisa menjadi penyembuh terutama dalam masalah radang tenggorokan ini.

Gunakan Pelembap Udara

Pelembap udara bisa membantumu untuk bernapas lebih mudah dan lega. Ketika kamu kerap mengalami masalah radang tenggorokan ini, sebaiknya pasang pelembap udara.
Sejumlah cara tersebut bisa secara mudah melegakan radang tenggorokan yang kamu alami. Namun ketika masalah yang kamu alami sudah cukup berat, sebaiknya segera konsultasi dengan dokter.

Selasa, 04 Februari 2020

Kejantanan Tiba-Tiba Menegang, Begini 5 Cara Ampuh untuk Menjinakkannya

Kejantanan Tiba-Tiba Menegang, Begini 5 Cara Ampuh untuk Menjinakkannya

Ereksi merupakan sebuah kondisi alami yang biasa dialami oleh pria setiap hari. Walau begitu, ketika hal ini terjadi secara tiba-tiba di tempat dan situasi yang tepat maka jadinya kamu bakal kebingungan.
Hal ini bisa membuatmu malu dan salah tingkah terutama ketika celana yang kamu gunakan terlalu ketat. Masalahnya, pada beberapa kasus memang ereksi ini bisa saja singgah tanpa permisi.
Pada dasarnya, ereksi biasanya terjadi ketika kamu menerima rangsang. Hal ini kemudian memicu dalah mengalir memenuhi penis dan jadilah ereksi.
Untuk menundukkan dan menjinakkan kejantanan yang sudah terlanjur ereksi ini, terdapat sejumlah cara yang bisa kita lakukan. Dilansir dari Times of India, berikut lima cara ampuh untuk menundukkan kejantanan yang ereksi.

Mencari Pengalih Perhatian

Mencari pengalih perhatian merupakan salah satu hal yang bisa membantu untuk menundukkan ereksi. Mencari kesibukan lain atau pengalih perhatian bisa menjadi cara mudah agar ereksi menjadi lenyap.

Ubah Posisi Kejantanan

Menggeser posisi kejantanan bisa jadi cara untuk membuat ereksi menjadi hilang. Ketika kejantanan berada dalam posisi nyaman dan minim gesekan, maka stimulasi bisa tak terjadi sehingga mempercepat turunnya ereksi.
Kamu bisa menggeser kejantanan melalui tangan yang lewat saku untuk melakukan ini. Melipat kaki untuk mengubah posisi penis juga bisa kamu lakukan.

Mandi Air Dingin

Mandi air dingin juga bisa menjadi cara mudah untuk menghilangkan ereksi. Mandi air dingin bisa menghilangkan rangsangan yang terjadi pada dirimu. Namun tentu saja jangan tiba-tiba mandi ketika kamu berada di tengah acara karena hal tersebut tidak masuk akal.

Meregangkan Tubuh

Ketika kamu berada dalam kondisi di tengah keramaian dan ingin menjinakkan ereksi, kamu bisa menyamarkannya dengan pura-pura meregangkan tubuh. Kamu bisa meregangkan paha selama sekitar 30 detik untuk menghilangkan hal ini.

Meditasi

Mengosongkan pikiran dan bermeditasi bisa menjadi cara menghilangkan ereksi yang terjadi. Bernapas perlahan dan berfokus pada satu hal bisa membuat kamu menjadi santai sehingga kejantanan bisa kembali terkulai.
Ereksi yang terjadi secara tiba-tiba merupakan hal yang wajar terjadi. Walau begitu ketika hal ini terjadi dalam waktu lama, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

Senin, 27 Januari 2020

Benarkah Konsumsi Kelelawar jadi Penyebab Munculnya Virus Corona?

Benarkah Konsumsi Kelelawar jadi Penyebab Munculnya Virus Corona?

Salah satu hal yang disebut bisa menjadi penyebab virus corona baru atau yang dikenal 2019-nCOV adalah kelelawar. Konsumsi hewan ini di Wuhan disebut bukan hal aneh sehingga rentan terjadi penyebaran virus tersebut dari hewan ini.
Anggapan ini juga didukung oleh video yang banyak beredar di sosial media mengenai wanita yang mengonsumsi sup kelelawar. Benarkah hal ini jadi penyebab munculnya virus corona di Wuhan?
"Virus corona awalnya menyerang hewan, seperti kelelawar. Namun, jika sudah dijadikan sup, seharusnya virus sudah mati," jelas dokter spesialis penyakit dalam sekaligus pakar penyakit infeksi dan tropis, Erni Juwita Nelwan di Kantor PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Jakarta Pusat.
"Apabila memang sup kelelawar terbukti menyebarkan virus corona, ya bisa saja proses pembuatannya tidak matang," sambungnya.

Tetap Risiko Menyebar

Erni melanjutkan, harus dipastikan apakah sup kelelawar yang dimakan matang atau tidak.
Kita harus memastikan apakah supnya matang atau setengah mentah. Kalau sudah direbus, harusnya virus bisa mati, lanjutnya.
Sementara itu, dokter spesialis anak klinis Darmawan Budi Setyanto menanggapi, walaupun sup kelelawar sudah matang, risiko virus corona terjangkit ke manusia masih ada.
"Virus ini kan bisa ditularkan lewat udara. Artinya, virus bisa menempel di mana saja, terlebih lagi pada koki dan pramusaji yang menyiapkan dan mengantarkan makanan," komentar Darmawan.
Ketika virus menempel pada piring atau sendok, otomatis bisa berisiko terjangkit pneumonia dari virus corona baru ini," tandasnya.

Jumat, 24 Januari 2020

Bukan Soda Susu, Ini Cara yang Tepat untuk Bersihkan Paru-Paru Perokok

Bukan Soda Susu, Ini Cara yang Tepat untuk Bersihkan Paru-Paru Perokok

Banyak orang mempercayai bahwa terdapat cara untuk membersihkan paru-paru bagi perokok. Cara ini diyakini bisa membersihkan paru-paru perokok dari noda yang ditimbulkannya.
Salah satu cara yang dipercayai adalah dengan menggunakan minuman tertentu. Menggunakan minuman berupa soda susu ini dianggap bisa membersihkan paru-paru dari zat sisa asap rokok. Benarkah?
Kepercayaan mengenai hal itu dibantah oleh dokter spesialis paru Agus Dwi Susanto kepada Health.
"Sebenarnya itu mitos saja. Pada dasarnya mau minum soda, mau minum apa pun, kalau sudah punya sakit atau racun yang masuk ke dalam paru itu tidak bisa dibersihkan," kata Agus.

Yang Terpenting untuk Bersihkan Paru-Paru

Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia itu menyatakan, bahwa yang terpenting adalah dengan menghentikan faktor risikonya yaitu berhenti merokok.
"Dengan berhenti merokok, bahan-bahan yang selama ini masuk juga berhenti. Tapi yang sudah masuk butuh waktu untuk dilepaskan," terangnya.
Agus menambahkan, tidak ada ramuan, minuman, atau bahan-bahan yang benar-benar membersihkan paru-paru perokok. Organ tersebut bisa pulih dengan sendirinya, namun proses itu membutuhkan waktu.
"Beberapa minggu, beberapa tahun, itu baru bisa," ujarnya.
Kondisi ini tergantung dari perokok itu sendiri. Agus mengatakan, apabila perokok belum mengalami sakit, kandungan racun seperti karbondioksida bisa rilis dalam waktu 48 jam. Sementara untuk nikotin bisa bertahan hingga seminggu.
"Dengan berhenti saja secara teori. Terus kalau kita faktor risikonya polusi udara, ya hindari polusi udara. Jadi sejauh ini tidak ada," kata dokter yang berpraktik di Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan, Jakarta ini.

Kamis, 23 Januari 2020

Kenali 3 Faktor Risiko yang Bisa Membuat Seseorang Menjadi Pelaku Kekerasan Seksual

Kenali 3 Faktor Risiko yang Bisa Membuat Seseorang Menjadi Pelaku Kekerasan Seksual

Terjadinya kekerasan seksual bisa disebabkan oleh berbagai macam faktor. Salah satunya adalah dengan melihat kondisi yang dimiliki oleh tiap-tiap individu.
Kondisi ini bisa menjadi faktor risiko yang menyebabkan seseorang menjadi pelaku. Walau begitu, dimungkinkan juga ada penyebab lain yang muncul dari hal ini.
Berikut merupakan faktor-faktor risiko yang dapat menyebabkan seseorang menjadi pelaku kekerasan seksual :
1. Keterampilan sosial yang buruk
Orang akan cenderung memiliki risiko menjadi pelaku ketika ia berketerampilan sosial yang buruk. Ia tidak bisa mengembangkan relasi sosial, sehingga memiliki hubungan yang tegang dengan orang dewasa lainnya.
2. Perasaan tidak berdaya
Perasaan tidak berdaya berkaitan dengan keterampilan sosial yang buruk.
"Jika orang tersebut memiliki perasaan tidak berdaya, biasanya juga memiliki hubungan yang tidak memuaskan dengan orang dewasa lainnya," kata dokter Gina Anindyajati, SpKJ saat ditemui di Gedung IMERI.
Ketika seseorang menjalani hubungan yang penuh dengan ketegangan, maka ia tidak pernah merasa puas dengan hubungan tersebut. Selalu akan merasa cemas, tidak aman, terganggu dengan hubungan tersebut, sehingga tidak akan pernah tercapai kepuasaan dalam hubungan tersebut.
3. Masalah seksual
"Masalah seksual ini seperti ereksi, ejakulasi dini. Itu akan meningkatkan risiko seseorang untuk menjadi pelaku kekerasan seksual," kata dokter Gina.
Faktor-faktor risiko lainnya yaitu seperti hubungan yang tegang dengan orang dewasa, kerentanan dalam hal maskulinitas, harga diri rendah, perasaan terhina, kesepian, dan masalah keterikatan emosional.

Kesempatan Juga Salah Satu Faktor Penyebab

Namun, perlu digaris bawahi bahwa seseorang yang memiliki ciri-ciri risiko seperti yang telah disebutkan bukan berarti orang tersebut sudah pasti sebagai pelaku kekerasan seksual. Itu semua hanyalah risiko, kemungkinannya.
"Apakah pasti? belum tentu," tambah dokter Gina.
Banyak hal lainnya yang kemudian menjadikan seseorang dapat menjadi pelaku kekerasan seksual.
Dokter Gina menuturkan bahwa risiko memang ada, tetapi apabila kesempatan tidak ada, kekerasan juga tidak akan terjadi.
"Jadi itu yang harus kita lihat. Apakah itu memiliki risiko? Kesempatannya ada atau tidak? Bisa dicegah atau diminimalisir tidak? Itu yang kemudian kita lakukan sebagai bagian dari masyarakat untuk menilainya," tandas dokter Gina.

Selasa, 07 Januari 2020

Kapan Penis Pria Bakal Berhenti Memanjang?

Kapan Penis Pria Bakal Berhenti Memanjang?Banyaknya klinik dan perlatan yang berhubungan dengan ukuran kejantanan pria merupakan bukti bahwa ukuran merupakan salah satu perhatian pria. Hal ini membuat pria penasaran kapan pertumbuhan penis ini dimulai dan berhenti.
Pertumbuhan penis ini dasarnya dimulai pada saat pubertas. Pada anak laki-laki, pubertas umumnya terjadi antara usia 12 dan 16 tahun. Namun, pubertas juga bisa dimulai antara usia 8 dan 14, yang berlangsung hingga empat tahun sesudahnya.
Selama usia tersebut, penis akan menjadi lebih panjang dan tebal. Mengutip informasi National Health Service, tingkat pertumbuhan penis terjadi bervariasi dari satu orang ke orang lain.
Setelah pubertas berakhir, penis akan berhenti tumbuh. Ini biasanya pada saat pria mencapai usia 18 tahun.
Saat pubertas berakhir tidak ada pertumbuhan penis lagi. Tapi Ada beberapa pendapat laki-laki mungkin mengalami pertumbuhan penis hingga awal 20-an tahun.

Ukuran Penis

Ada laporan terkait ukuran penis dalam Am I normal? A systematic review and construction of nomograms for flaccid and erect penis length and circumference in up to 15?521 men. Hasilnya panjang penis rata-rata adalah 9,16 cm saat lembek dan 13,12 cm saat ereksi.
"Ketebalan rata-rata penis adalah 9,31 cm saat lembek dan 11,66 cm saat ereksi," tulis peneliti David Veale dari jurnal yang diterbitkan Wiley Online Library.
Hasil studi juga mengungkap sebagian besar pria merasa memiliki penis pendek. Padahal, mayoritas orang-orang ini sebenarnya berada dalam kisaran ukuran penis yang normal.
Terdapat beberapa faktor perubahan yang perlu diperhatikan laki-laki terutama pada masa pubertas. Beberapa masalah tersebut di antaranya adalah penipisan dan kemerahan pada testis, pertumbuhan rambut kemaluan di sekitar penis, mimpi basah, serta ereksi dan ejakulasi yang lebih sering.

Senin, 06 Januari 2020

Dikepung Banjir, Lakukan Sejumlah Hal Ini agar Terhindar dari Penyakit

Dikepung Banjir, Lakukan Sejumlah Hal Ini agar Terhindar dari PenyakitUsai terjadinya banjir, sejumlah masalah kesehatan bakal menghantui. Hal ini terutama bakal lebih berbahaya bagi mereka yang tinggal di lokasi yang terendam oleh banjir.
Akademisi dan praktisi klinis profesor Ari Fahrial Syam mengungkapkan ada beberapa hal yang harus diantisipasi untuk mengatasi berbagai penyakit pasca banjir.
1. Konsumsi Makanan dan Minuman Bersih
Dalam pesan singkat yang diterima oleh Health Liputan6.com, Ari mengatakan bahwa pastikan selalu mengonsumsi makanan dan minuman yang higienis.
"Perhatikan kedaluwarsa dari makanan yang dikonsumsi baik makanan jadi maupun makanan yang dibuat sendiri," kata Ari.
Selain itu, konsumsi juga makanan yang masih dalam kondisi segar.

2. Cuci Tangan

Jagalah kebersihan tangan dengan sabun atau produk antiseptik. Hal ini untuk menghindari infeksi pada usus. Anak-anak juga penting untuk melakukan aktivitas ini.
"Anak-anak harus diajari untuk selalu cuci tangan pakai sabun, tentu orang dewasa harus memberi contoh kapan dan bagaimana mencuci tangan dengan baik," kata dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.

3. Menjaga Kebersihan Lingkungan

Kebersihan haruslah selalu terjaga. Maka dari itu, Ari merekomendasikan warga untuk membersihkan lokasi pasca banjir dengan antiseptik dan tetap memperhatikan pelindung diri bagi petugas yang membersihkan kotoran seperti lumpur.
Selain itu, hindari luka yang berpotensi menjadi tempat masuk kuman.

4. Asupan Vitamin dan Mineral

"Untuk anak-anak dan orang tua diberikan suplemen yang berisi multivitamin dan mineral apabila terjadi keterbatasan makanan dan minuman dengan zat gizi yang lengkap, yang bisa dikonsumsi sehari-hari akibat rumah dan lingkungan terkena banjir," kata Ari.

5. Sedia Obat-Obatan

Ari mengatakan, sediakan obat-obatan sederhana seperti penuruna panas, anti diare, serta obat sakit kepala dan oralit.

6. Cegah Anak Main Air

Ari mengatakan, hindarkan anak bermain-main di air banjir. Hal ini berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan serta risiko terbawa arus atau tenggelam di air.
"Tujuan dan tindakan ini semua tentunya untuk mencegah agar kita semua terhindar dari penyakit pasca banjir yang sewaktu-waktu bisa mengenai siapa saja, terutama anak-anak kita," terang Ari.

Minggu, 29 Desember 2019

Minum Kopi dan Teh Secara Teratur Bisa Jadi Cara Cegah Bertambahnya Berat Badan

Minum Kopi dan Teh Secara Teratur Bisa Jadi Cara Cegah Bertambahnya Berat Badan

Kopi merupakan minuman favorit bagi banyak orang di seluruh dunia. Minuman satu ini menjadi salah satu cara bagi banyak orang untuk mengawali pagi agar lebih segar dan bertenaga.
Sejumlah manfaat juga diketahui bisa berdampak luar biasa terhadap kesehatan seseorang. Sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa konsumsi kafein termasuk kopi bisa membantu dalam mencegah bertambahnya berat badan.
Dilansir dari NY Post, peneliti dari University of Illinois mengungkap bahwa konsumsi kafein bisa membatasi bertambahnya berat badan serta produksi kolesterol. Hal ini bakal tetap didapat bahkan ketika mengonsumsi makanan tinggi lemak dan gula.
Hasil temuan ini didapat berdasar penelitian terhadap sekelompok tikus. Mereka diberi makanan dengan kandungan karbohidrat antara 40 hingga 45 persen serta 15 persen protenin selama 4 minggu.
Tikus-tikus ini diberi juga teh yang kaya kandungan fitokimia, flavonoid, serta asam amino. Kandungan kafein pada tiap porsi berkisar antara 65 hingga 130 miligram. Tikus-tikus ini juga diberikan sumber kafein lainnya.
Pada akhir eksperiman, peneliti mengetahui bahwa tikus yang mengonsumsi kafein memiliki jumlah lemak tubuh yang secara signifikan lebih rendah. Mereka menemukan bahwa kafein menurunkan penyerapan lemak hingga 22 persen dan mengurngai bertambahnya berat badan hingga 16 persen.
Ketika diterapkan pada manusia, peneliti mengungkap bahwa mengonsumsi empat cangkir kopi setiap hari bisa mencegah bertambahnya berat badan.
"Tergantung dari temuan, teh dan kafein bisa digolongkan sebagai agen anti obesitas. Hasil penelitian ini bisa disesuaikan pada manusia untuk memahami peran teh dan kafein sebagai strategi potensial untuk mencegah kelebihan berat badan dan obesitas, serta sejumlah masalah metabolisme yang berhubungan dengan kondisi ini," terang peneliti Elvira Gonzalez de Mejia.
"Konsumsi kafein dari teh atau sumber lainnya menghilangkan dampak negatif dari lemak tinggi, makanan tinggi sukrosa pada komposisi tubuh karena modulasi dari sejumlah enzim lipogenik tertentu baik pada jaringan adiposa dan hati," sambungnya.

Jumat, 27 Desember 2019

Tidur Lebih Lama Bisa Tingkatkan Hasrat dan Kepuasan Seksual Wanita

Tidur Lebih Lama Bisa Tingkatkan Hasrat dan Kepuasan Seksual Wanita

Tidur berkualitas di malam hari merupakan hal yang sangat penting bagi kesehatan dan kebugaran tubuh. Walau begitu, hal ini juga bisa berdampak cukup besar pada kehidupan seksual di ranjang.
Dilansir dari The Health Site, penelitian terbaru dari University of Michigan Medical School mengungkap bahwa jumlah jam tidur bisa berdampak pada kehidupan seksual. Diketahui bahwa tambahan jam tidur meningkatkan kemungkinan aktivitas seksual hingga 14 persen.
Penelitian telah dipublikasikan pada Journal of Sexual Medicine dan dilakukan terhadap 171 wanita. Dari penelitian ini diketahui bahwa mereka yang tidur lebih lama dalam semalam, mengalami hasrat seksual yang lebih tinggi pada esok hari.
Diketahui juga bahwa tidur sangat penting untuk kepuasaan genital. Wanita yang tidur lebih panjang dari jumlah rata-rata mengalami lebih sedikit masalah dengan kepuasaan vaginal dibanding mereka yang kurang tidur.
Peneliti mengungkap bahwa pengaruh tidur terhadap hasrat seksual dan kepuasan hanya sedikit dipahami selama ini. Hasil penelitian ini juga mengungkap bahwa kurang tidur bisa menurunkan hasrat dan kepuasan seksual pada wanita.
David Kalmbach, peneliti dari University of Michigans Sleep and Circadian Research Laboratory mengungkap bahwa sebelumnya hal ini kurang diperhatikan. Kalmbach dan timnya mendapat data dari 171 wanita yang mencatat tidur mereka.
Para narasumber diminta untuk menulis juga mengenai keterlibatan seksual mereka pada esok harinya. Peneliti kita tengah mempelajari untuk mengetahui apakah gangguan tidur merupakan faktor risiko dari disfungsi seksual.

Senin, 30 September 2019

6 Penyebab Kamu Merasa Lelah Ketika Baru Bangun Tidur dan Cara Mengatasinya

6 Penyebab Kamu Merasa Lelah Ketika Baru Bangun Tidur dan Cara MengatasinyaKetika bangun tidur pada pagi hari, seharusnya kamu merasa segar dan bugar. Namun pada beberapa kondisi, bukannya segar, kamu malah merasa lelah.
Rasa lelah yang muncul ketika bangun tidur ini bisa berpengaruh terhadap aktivitasmu selama sehari penuh. Kamu jadi kurang semangat dan berkonsentrasi dalam menjalani hari.
Hal ini membuat bangun dan bangkit dari tempat tidur juga terasa sangat membebani. Badan yang lelah dan rasa mengantuk membuat kamu menjadi kesulitan dalam menjalani hari-hari.
Walau kamu sudah tidur dengan cukup selama delapan jam, namun rasa lelah ini memang dapat tidur. Carl Bazil, MD, PhD, direktur dari Columbia University's Sleep Disorders Center mengungkap bahwa terdapat sejumlah penyebab dari hal ini.
Setidaknya dia menyebut ada enam hal yang bisa membuat kamu merasa lelah walau baru bangun tidur. Berikut sejumlah penyebab dari hal tersebut dan cara mengatasinya.

Berolahraga Terlalu Keras

Berolahraga sebelum tidur disebut Dr. Bazil bisa mempengaruhi jam tidurmu dan jika jaraknya terlalu dekat bisa membuatmu sulit tidur. Namun olahraga di pagi hari juga dapat membuatmu kesulitan tidur terutama jika dilakukan terlalu keras.
Olahraga ini membuat tubuh menjadi tegang dan sulit rileks untuk mulai tertidur. Olahraga secara berlebih bisa menimbulkan masalah pada kelenjar adrenal dan hormon menjadi tidak seimbang yang berujung pada kelelahan bahkan hingga pagi hari usai tidur.
Cara mengatasinya: Usai berolahraga terutama yang sangat keras, usahakan untuk beristirahat. Istirahat selama satu atau dua hari dan lakukan olahraga yang ringan untuk memulihkan tubuh seperti berjalan atau yoga.

Kamu Sedang Sakit

Ketika kamu merasa lelah walau baru bangun tidur, bisa jadi tubuhmu sedang sakit. Ketika melawan penyakit, sistem kekebalan tubuh bakal menyerap banyak energi untuk melakukannya.
Hal ini bisa membuatmu jadi sangat mengantuk karena tubuh bakal menahan diri untuk pemulihan. Selain rasa lelah, hal ini biasanya disertai batuk dan pilek sehingga sebaiknya konsumsi obat atau konsultasi dengan dokter. Walau begitu, obat yang kamu konsumsi juga bisa menyebabkan rasa ngantuk pada dirimu.
Cara mengatasinya: Ketika tubuh sedang tidak sehat, segera tidur dan hindari aktivitas yang menguras energi. Pastikan juga asupan air minum cukup dan konsumsi makanan sehat bernutrisi.

Mengonsumsi Minuman Tertentu

Minuman yang kamu konsumsi juga bisa jadi biang kerok masalah tidur yang kamu alami ini. Dua minuman yang bisa jadi penyebab utama dari hal ini adalah alkohol dan juga kafein.
Kedua minuman ini bisa mengganggu pola tidurmu sehingga kamu sulit memejamkan mata. Dampaknya, rasa lelah bakal kamu alami usai terbangun dari tidur malam hari.
Cara Mengatasinya: Kurangi asupan dari alkohol dan kafein sehari-hari. Pastikan juga jangan mengonsumsi minuman ini sebelum tidur.

Kamu Terlalu Banyak Tidur

Kurang tidur bisa menyebabkan seseorang merasa lelah. Namun terlalu banyak tidur juga bisa menimbulkan dampak yang sama pada tubuh seseorang. Hal ini bisa mengganggu pola tidur yang kamu miliki selama ini.
Perubahan pola tidur yang kamu alami ini dapat menguras energi sehingga kamu terus merasa lelah. Oleh karena itu, sebaiknya awasi jumlah jam tidurmu terutama pada siang hari.
Cara Mengatasinya: Ketahui berapa jumlah jam tidur yang dibutuhkan oleh tubuhmu. Jika kamu sudah mengetahui jumlah yang tepat, pertahankan jumlah jam tersebut.

Kamu Sedang Stres

Kondisi stres dan banyak pikiran yang kamu alami bisa membuatmu kesulitan untuk tertidur. Dr. Bazil mengungkap bahwa stres merupakan salah satu penyebab utama gangguan tidur.
Stres yang berhubungan dengan pekerjaan merupakan salah satu penyebab umum dari masalah gangguan tidur ini. Sebuah penelitian yang dipublikasikan pada jurnal Sleep di tahun 2014 mengungkap bahwa hal ini penyebab seseorang tidak beristirahat secara cukup.
Cara Mengatasinya: Dr. Bazil menyarankan untuk melakukan berbagai cara seperti meditasi, relaksasi, atau membayangkan hal tertentu agar tubuh menjadi santai sebelum tidur.

Banyak Terbangun Saat Tertidur

Kondisi tak nyaman yang kamu alami saat tidur bisa membuatmu jadi sering terbangun pada malam hari. Hal ini bisa membuat jam tidur yang kamu miliki jadi kurang.
Sering terbangun bisa membuat kamu merasa kurang tidur dan lelah pada pagi harinya. Terbangun secara sering saat tidur juga bisa membuat kamu kurang konsentrasi dan memiliki mood yang jelek pada esok harinya.
Cara Mengatasinya: Gunakan penutup telinga, nyalakan bunyi-bunyian white noise, serta gunakan penutup mata agar tak mengalami gangguan. Hal ini bisa membuat tidurmu lebih nyenyak.
Jika sejumlah hal di atas tidak menjadi penyebab rasa lelahmu sebaiknya segera konsultasi ke dokter. Bisa jadi kamu tengah mengalami masalah kesehatan yang perlu ditangani. 

Kondisi Demensia Seseorang Bisa Diketahui Berdasar Langkah Kakinya

Kondisi Demensia Seseorang Bisa Diketahui Berdasar Langkah KakinyaTerdapat sejumlah hal yang bisa dilakukan untuk mengetahui apakah seseorang menderita demensia atau tidak. Salah satu cara terbaru yang disebut bisa dilakukan adalah dengan melihat langkah kakinya.
Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan pada Alzheimer’s & Dementia: The Journal of the Alzheimer’s Association mengungkap temuan baru ini. Seseorang yang mengalami alzheimer's atau demensia lewy body memiliki cara jalan yang unik dan bisa membedakan kedua kondisi ini.
Dilansir dari The Health Site, penelitian ini juga menunjukkan bahwa seseorang yang memiliki demensia lewy body mengubah cara jalan mereka. Para penderita ini memiliki tempo berjalan dan lebar langkah yang berjalan serta lebih asimetrik ketika berjalan dibanding penderita Alzheimer's.
"Hasil dari penelitian ini cukup mengejutkan karena mengungkap bahwa cara jalan bisa menjadi alat yang berguna dalam mendiagnosis demensia," ungkap peneliti Riona McArdle dari Newcastle University, Inggris.
"Hal ini merupakan kunci dalam membuat diagnosis yang lebih akurat dan untuk mengetahui apakah seseorang sudah mendapat perawatan yang tepat terhadap demensia yang mereka miliki," sambungnya.
Pada penelitian ini, tim peneliti menganalisis gaya berjalan dari 110 orang. Terdapat 29 orang tua yang kemampuan kognisinya baik-baik saja, 36 penderita Alzheimer's, serta 45 orang yang mengalami demensia lewy body.

Penderita Demensia Miliki Langkah Kaki Berbeda

Partisipan penelitian berjalan pada jalur yang memiliki ribuan sensor di dalamnya. Sensor ini merekam langkah kaki mereka pada kecepatan normal untuk mengetahui pola jalan mereka.
Diketahui bahwa penderita demensia lewy body memiliki gaya berjalan yang unik. Terdapat perubahan seberapa lama jarak antar langkanh mereka atau besarnya ayunan langkah mereka. Selain ini mereka juga melangkah lebih banyak dibanding penderita Alzheimer's yang tak mengalami perubahan pada gaya berjalan.
Pada penderita demensia, langkah kaki mereka lebih tak beraturan. Hal ini sekaligus meningkatkan peluang mereka terjatuh daat berjalan.
Gaya berjalan mereka lebih asimetris dengan tempo tak menentu dan panjang langkah tak beraturan. Langkah kaki kiri dan kanan mereka juga berbeda.

Sabtu, 28 September 2019

6 Kesalahan yang Biasa Dilakukan Saat Olahraga dan Bisa Membuatmu Lebih Tua

6 Kesalahan yang Biasa Dilakukan Saat Olahraga dan Bisa Membuatmu Lebih TuaBerolahraga merupakan sebuah hal yang menyehatkan serta bisa membuatmu tampak lebih muda. Aktivitas yang kamu lakukan ini bisa menyehatkan sejumlah organ tubuh dan kehidupanmu.
Namun walau memiliki sejumlah manfaat kesehatan yang tak main-main, terdapat sejumlah hal yang harus kamu perhatikan. Ketika berolahraga, kamu tak bisa sembarangan karena justru bisa menimbulkan dampak negatif.
Ketika kamu berolahraga secara sembarangan dan sembrono, terdapat sejumlah cedera yang bisa kamu alami. Efek yang membuatmu muda juga bisa tak terwujud dan malah membuatmu jadi terlihat dan terasa semakin tua.
Melakukan olahraga tententu secara berlebihan bisa menimbulkan masalah kesehatan dan membuatmu kelelahan. Dua hal itu bisa membuatmu yang seharusnya bugar malah merasa lelah dan tua.
Terdapat sejumlah kesalahan ketika berolahraga yang bisa kamu lakukan dan membuatmu menjadi terasa dan tampak lebih tua. Dilansir dari Times of India, berikut sejumlah kesalahan ketika berolahraga yang biasa kamu lakukan.
Seberapa pun banyaknya olahraga yang kamu lakukan, namun juga mengesampingkan postur punggung maka hal ini bakal percuma. Postur tubuh yang buruk atau punggung kaku bisa membuat tulang punggung melengkung dan menyebabkan masalah keseahtan.
Postur tubuh yang buruk dan bungkuk ini bisa membuatmu tampak lebih tua dari usia aslimu. Oleh karena itu, penting untuk melatih juga otot punggung dan memperbaiki postur tubuhmu.
Walau olahraga kardio mudah dilakukan dan sangat tepat untuk menurunkan berat badan, namun berlebihan melakukannya bisa berdampak buturk untuk tubuh. Seiring bertambahnya usia, otot dan tulang yang kurang olahraga bisa menua dan memperlambat kerja tubuh.
Disarankan untuk melakukan juga olahraga angkat beban atau fokus pada kekuatan tubuh setidaknya dua kali seminggu. Hal ini bisa mengimbangi manfaat olahraga yang kamu lakukan dan mendapat manfaat kesehatannya secara tepat.
Penelitian mengungkap bahwa HIIT (High-Intensity Interval Training) bisa memperlambat penuaan pada tingkat sel. Oleh karena itu, penting melakukan olahraga ini juga pada aktivitasmu sehari-hari.
Olahraga jenis ini mampu meningkatkan energi di dalam tubuh, meningkatkan tingkat metabolisme, serta sensitifitas insulin dalam tubuh. Seluruh manfaat tersebut merupakan hal yang penting untuk memperlambat penuaan dalam tubuh.
Olahraga yang menguatkan otot panggul sangat penting untuk dilakukan. Ketika tubuh menua, otot panggul membutuhkan perhatian ekstra.
Kurangnya melatih otot panggul bisa menimbulkan masalah pada perut, ginjal, dan menimbulkan risiko infeksi saluran kencing. Salah satu olahraga yang bisa dilakukan untuk memperkuat bagian ini adalah kegel.
Pemanasan sebelum berolahraga dan pendinginan setelah berolahraga merupakan hal yang tak boleh dilupakan. Melewatkan tahap ini bisa memicu kaku otot dan jaringan yang bisa berdampak pada penuaan prematur pda tingkat sel.
Pemanasan juga bisa meningkatkan fleksibilitas tubuh sehingga kamu lebih baik saat berolahraga. Oleh karena itu, tahap ini tidak bisa kamu kesampingkan begitu saja.
Istirahat juga memiliki peran yang tak kalah penting dibanding olahraga. Ketika kamu terlalu banyak berolahraga, manfaat yang harusnya kamu peroleh dari olahraga malah tidak dapat diperoleh.
Memberi waktu bagi tubuh untuk berisitrahat dan memulihkan diri, sangat penting dalam tahapan olahraga. Hal ini bisa menurunkan tingkat kortisol yang mampu menurunkan kortisol sehingga membantu melawan stres dan berbagai masalah kesehatan lain.
Sejumlah kesalahan tersebut sebaiknya kamu hindari ketika berolahraga. Bukannya membuat bugar dan awet muda, sejumlah kesalahan tersebut bisa membuatmu tampak dan terasa lebih tua.

Jumat, 27 September 2019

Jumlah Penderita Kanker di Kota Bogor Naik Jadi 413 Orang

Jumlah Penderita Kanker di Kota Bogor Naik Jadi 413 Orang Jumlah penderita kanker di Kota Bogor naik signifikan dalam setahun terakhir. Jika pada 2018 lalu tercatat 316 penderita, sementara hingga Agustus 2019 naik menjadi 413 penderita. Dari jumlah tersebut, didominasi kasus kanker payudara.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Ade Sarip Hidayat mengatakan, Pemkot Bogor bersama pemangku kepentingan telah mencanangkan komitmen menjadikan Kota Bogor sebagai kota peduli kanker dan paliatif sejak 2016.
Komitmen ini telah diwujudkan melalui penertiban Perwali Nomor 440 Tahun 2016 tentang tim paliatif Kota Bogor.
"Dengan perwali itu Dinas Kesehatan dengan 25 puskesmas telah melaksanakan pelayanan kanker secara promotif, preventif kuratif dan paliatif," kata Ade Sarip, Jumat (26/9).
Menurutnya, pelatihan paliatif dilakukan secara bertahap oleh tiga orang dokter umum dan tiga perawat. Meski begitu, dia memastikan penderita kanker seluruhnya sudah mendapatkan pelayanan pengobatan.
Sejauh ini, penderita kanker payudara mendominasi dengan 231 orang, kanker leher rahim dan ovarium sebanyak 50 orang, kanker kolorektal 25 orang, kanker darah (leukemia) 19 orang, kanker paru 15 orang, kanker prostat 8 orang, kanker nasofaring 8 orang dan kanker lainnya 57 orang.
"Jumlah pasien kanker stadium lanjut 2019 sebanyak 45 orang, namun 19 orang meninggal dunia dan 26 orang yang mendapatkan asuhan paliatif, yakni memberikan dukungan motivasi untuk melakukan kontrol rutin, membantu mengelola kekhawatiran atau stres yang muncul dalam menghadapi penyakit dan mengontrol pemakaian obat serta memberikan perawatan home care," kata dia.
Dia berharap, kegiatan paliatif di lapangan perlu monitoring dan evaluasi untuk memantau pelaksanaan kerja paliatif lintas pihak dan lintas sektor sebagai pengembangan dan perbaikan kerja paliatif mendatang.
"Perlu gagasan dan kerja yang lebih terarah serta konkret dari semua pihak demi mengurangi beban penderita kanker di kota Bogor. Saya ingin membentuk tim paliatif tingkat kecamatan untuk lebih menggerakkan masyarakat peduli kanker," terangnya.