816Agent
816WIN

Bandar Bola 816agent

Bandar Bola 816agent

Judi Bola

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Prediksi Bola 816Agent

Prediksi Bola

Tampilkan postingan dengan label berita peristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita peristiwa. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Desember 2019

Delapan Anak Ular Kobra Ditemukan Warga di Pasar Minggu

Delapan Anak Ular Kobra Ditemukan Warga di Pasar Minggu

Sebanyak delapan ekor anak ular kobra ditemukan warga di Jalan B Rawa Bambu, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Kepala Pleton Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Sektor Pasar Minggu, Ruwanto mengatakan ke delapan anak ular kobra tersebut ditemukan dalam rentang waktu dua hari.
"Senin kemarin ditemukan tiga ekor, pagi ini ditemukan lagi lima ekor. Satu ekornya mati, sisa empat ekor, jadi totalnya ada delapan," kata Ruwanto dilansir dari Antara, Selasa (17/12).
Penemuan tiga anak ular kobra pada Senin (16/12) kemarin dilaporkan pukul 19.05 WIB, ditemukan di Rawa Bambu I RT 08. Sudin PKP Pasar Minggu mengerahkan empat personel penanganan hewan liar.
"Pagi ini kita amankan lagi lima anak ular kobra masih di lokasi yang sama," kata Ruwanto.
Ia mengatakan anak ular kobra yang ditemukan tersebut memiliki ukuran sebesar kelingking orang dewasa dengan panjang sekitar 30 centi meter. Anak ular kobra itu ditemukan oleh warga di tumpukan barang-barang di sekitar perumahan warga.
Warga kemudian melaporkan kepada petugas Pemadam Kebakaran, dan dilakukan evakuasi secara manual. Anak ular kobra tersebut kini diamankan dan disimpan dalam wadah botol air mineral ukuran satu liter.
Penemuan anak ular kobra tidak hanya terjadi di Pasar Minggu, melainkan juga di kawasan lain seperti Kembangan, Jakarta Barat dan Cengkareng. Baru-baru ini, warga juga menemukan ular kobra di Bekasi dan Bogor, Jawa Barat.

Teror Kobra, Ini 7 Rumah Sakit yang Sediakan Serum Anti-Bisa Ular

Teror Kobra, Ini 7 Rumah Sakit yang Sediakan Serum Anti-Bisa Ular

Warga DKI Jakarta yang mendapat gigitan ular kobra bisa mendapatkan serum anti-bisa ular di beberapa rumah sakit di Jakarta, mengingat banyaknya temuan kobra yang membahayakan di sekitar tempat tinggal warga.
Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Kristi Watini mengatakan serum tersebut belum didistribusikan ke tingkat puskesmas, dan hanya beberapa rumah sakit yang menyediakan serum tersebut.
"Ada tujuh rumah sakit yang menyediakan serum anti-bisa ular di DKI Jakarta yakni RSUD Tarakan, RS Suyoto, RSUP Fatmawati, RSUD Cengkareng, RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), RSPI Sulianti, dan RS Fatmawati," ujar Kristi di Jakarta, Senin (16/12).
Kristi mengatakan serum itu hanya dapat diberikan kepada pasien yang terbukti atau telah digigit ular berbisa, dengan penanganan medis dari rumah sakit tersebut.
Beberapa rumah sakit masih mematok biaya untuk pemberian serum anti-bisa ular itu, namun ada juga yang memberikannya secara gratis.
"Misalnya saja RSCM yang mematok harga Rp900.000 dan RS Fatmawati Rp595.000. Namun, beberapa menyediakan serum secara gratis seperti RSPI Sulianti yang menyediakan serum gratis untuk pasien BPJS," kata dia.
Ia mengimbau kepada warga yang tergigit ular kobra agar tidak panik, kemudian memasangkan bidai yang dieratkan menggunakan ikatan kain atau perban agar racun lambat menyebar.
Setelahnya, korban ditangani secara medis dengan serum anti-bisa ular, sesuai dengan kondisi korban.
"Bila penderita gigitan ular tiba di rumah sakit dalam keadaan darurat seperti syok akibat racun bisa ular, maka dokter akan segera melakukan tindakan resusitasi untuk menyelamatkan nyawa penderita," ujar Kristi. 

Kamis, 07 November 2019

Cerita Labuan Cermin Terlarang Bagi Wanita Haid Buat Berenang

Cerita Labuan Cermin Terlarang Bagi Wanita Haid Buat Berenang

Danau Labuan Cermin, sudah jadi destinasi kesohor bagi wisatawan lokal dan mancanegara. Danau dua rasa di pesisir Bidukbiduk itu, benar-benar memesona. Beningnya air, menggoda siapa saja yang berkunjung untuk berenang. Tapi, Labuan Cermin terlarang bagi wanita haid.
merdeka.com berkesempatan berkunjung ke Labuan Cermin, yang berjarak tidak kurang 220 km jalan darat dari Tanjung Redeb sebagai pusat pemerintahan kabupaten Berau.
Tiba di dermaga, mesti menyewa kapal motor bertarif Rp 100 ribu per kapal, belum termasuk asuransi Rp 3.000 per orang penumpang. Diperlukan waktu 15-20 menit menuju Labuan Cermin.
Labuan Cermin membuat begitu takjub. Dikelilingi hutan lebat khas tropis, air danau 2 rasa air asin di bagian dasar dan air tawar di permukaan begitu unik karena menjadikannya terlihat begitu bening. Bahkan, seolah bisa menjadikannya untuk becermin.
Di dermaga, pengunjung lebih dulu melihat plang peringatan bagi wanita haid, dilarang mandi dan berenang di Labuan Cermin. Itu menjadi peringatan, agar pengunjung utamanya wanita, mesti patuh dengan aturan itu.
"Dari kita, pengelola, sudah ingatkan lagi supaya wanita haid tidak berenang," kata Ahmad (57), warga kampung juga salah seorang pengelola Labuan Cermin, saat berbincang bersama di Labuan Cermin, Rabu (6/11).
"Kenapa ada larangan itu, untuk menghindari air kotor," ujar Ahmad.

Dikelola Profesional

Sepuluh tahun terakhir ini, Labuan Cermin dikelola profesional sehingga menghasilkan pendapatan daerah bagi Pemda. "Dulu, tahun 2013, masih dikelola biasa saja oleh warga di sini. Ada ide dari TNC dan WWF, bagaimana kalau Labuan ini dikembangkan. Jadilah sekarang, badan masyarakat kampung yang mengelola," sebut Ahmad.
Seiring waktu, dengan keindahan air danau 2 rasanya, Labuan Cermin semakin terkenal. Turis negara-negara Asia, dan Eropa seperti Jerman, Belanda, dan Perancis, merasakan takjubnya dengan Labuan Cermin.
"Hutan lindung seluas 2.000 hektare, kami jaga, tidak boleh diganggu untuk apapun. Kegiatan apapun, tidak boleh di sekitar Labuan Cermin. Karena kami khawatirkan mengganggu kualitas air danau," ungkap Ahmad.
"Di sini, selain Labuan Cermin, sedang dikembangkan untuk wisata treking alam. Ada jalur treking 1.800 meter keliling Labuan, sedang dibangun. Rencananya, tahun depan dibuka untuk umum. Ini untuk menambah daya tarik Labuan Cermin. Karena saat treking, bisa kita temui satwa khas Kalimantan, 5 jenis monyet," terang Ahmad.
Ahmad menerangkan, dia dan warga kampung ingin terus menjamin keselamatan pengunjung. Oleh karena itu, selama ini, belum ada korban meninggal akibat tenggelam di Labuan Cermin.
"Pintar berenang pun, kita minta harus pakai pelampung atau life jacket. Kita utamakan keselamatan semua pengunjung di sini," pungkas Ahmad.

Sabtu, 02 November 2019

Mitos Tanjakan Panganten Garut, Calon Pengantin Dilarang Naik Mobil Saat Melintas

Mitos Tanjakan Panganten Garut, Calon Pengantin Dilarang Naik Mobil Saat Melintas

Wilayah Garut memiliki kawasan perbukitan yang membentang sisi utara hingga selatan. Dengan kontur seperti itu, banyak jalan yang memiliki tanjakan dan turunan yang cukup tajam. Salah satu tanjakan yang cukup terkenal di Kabupaten Garut adalah tanjakan panganten yang berada di Kampung Cisandaan, Desa Halimun, Kecamatan Pamulihan. Panganten sendiri merupakan bahasa sunda yang artinya adalah pengantin.
Nama Tanjakan Panganten sendiri sebetulnya disematkan oleh warga sekitar karena konon katanya karena di lokasi tersebut banyak terjadi kecelakaan yang melibatkan para calon pengantin.
Kondisi Tanjakan Panganten sendiri bisa dikatakan memang cukup membahayakan karena kemiringannya mencapai 45 derajat. Selain itu, kondisi jalannya pun memiliki tikungan yang sangat tajam ditambah panjang jalan mencapai 700 meter.
Jurang, tebing, hingga hutan menjadi penghias sepanjang jalan Tanjakan Panganten sehingga menjadikan para penggunanya harus hati-hati. Saat malam tiba, kondisinya semakin seram karena minimnya penerang jalan ditambah kabut yang menghiasi perjalanan.
Salah seorang warga sekitar, Asep (28) menyebut bahwa jumlah kecelakaan sudah sangat sering terjadi sehingga ia tidak bisa mengingat jumlahnya. Namun yang sering ia dengar, calon pengantin dan rombongan pengantin paling sering menjadi korban kecelakaan di lokasi tersebut.
"Memang kalau tidak salah ada asal usulnya kenapa kemudian dinamai Tanjakan Panganten. Tapi saya juga kurang tahu pasti karena cerita itu juga saya dapatkan dari orang tua. Dan memang ada juga larangan calon pengantin atau bahkan rombongan pengantin naik mobil melewati tanjakan ini," ujarnya, Jumat (1/10).

Calon Pengantin Harus Turun dari Mobil

Warga sekitar, kata Asep, tidak sedikit yang percaya dengan cerita magis Tanjakan Panganten bagi para calon pengantin yang melewati jalur tersebut. Atas hal tersebut, tidak jarang kemudian warga yang mengetahui ada rombongan calon pengantin yang lewat langsung mencegatnya.
"Biasanya meminta agar sang calon pengantin dan rombongan turun dari mobil dan diarahkan agar menggunakan sepeda motor. Mobil sendiri kemudian disopiri oleh warga. Percaya tidak percaya, namun itu yang suka dilakukan," ungkapnya.
Entah karena sugesti atau karena kondisi jalannya yang membahayakan, saat rombongan pengantin memaksakan diri memaksakan diri selalu saja kecelakaan lalu lintas terjadi. Tidak jarang mobil rombongan masuk jurang yang kedalamannya lebih dari 100 meter itu.
"Ada yang meninggal ada juga yang luka-luka. Bisa percaya atau enggak memang, namun kejadian itu sering terjadi di sini," katanya.
Namun meski demikian, Asep juga menyebut bahwa kenyataannya memang bukan hanya calon dan rombongan pengantin saja yang sering menjadi korban kecelakaan di Tanjakan Panganten. Sejumlah kendaraan lainnya, baik yang kecil, maupun kendaraan berat, hingga sepeda motor pun kerap kecelakaan di lokasi tersebut.

Daerah Rawan Kecelakaan

Kapolres Garut, AKBP Dede Yudi Ferdiansah mengatakan bahwa Tanjakan Panganten merupakan salah satu jalur di Kabupaten Garut yang tingkat kerawanan dalam kecelakaannya cukup tinggi. Namun ia membantah bahwa mitos rombongan calon pengantin selalu menjadi korban saat melintas.
"Tapi secara umum memang lokasi tersebut daerah yang rawan terjadi kecelakaan lalu lintas. Namun kalau korbannya selalu rombongan calon pengantin tidak juga," ucapnya.
Untuk meminimalisasi jumlah korban dan kecelakaan, Kapolres menyebut bahwa pihaknya melakukan langkah pembuatan bronjong di sisi bahu jalan. Hal tersebut dilakukan untuk menghalangi kendaraan agar saat kecelakaan tidak langsung terjun bebas ke jurang.
"Umumnya memang kendaraan yang mengalami kecelakaan ini akibat kondisi rem yang tiba-tiba blong sehingga kemudian terjun ke jurang. Jadi pembuatan bronjong ini kita lakukan untuk meminimalisasi dampak kecelakaan," katanya.
Sementara itu Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Garut, AKP Rizky Adi Saputro menyebut bahwa faktor utama dalam kecelakaan adalah pengemudinya. "Terlepas dari apa yang dipercayai warga, pengemudi harus hati-hati saat melintasi Tanjakan Panganten. Kendaraan pun saat digunakan harus prima. Kuncinya itu," ucap Rizky.
Jika menelisik penyebab kecelakaan yang terjadi di Tanjakan Panganten, Rizky menyebut bahwa penyebab utamanya kebanyakan akibat kondisi kendaraan yang kurang baik dan kurang hati-hatinya pengemudi.
Ia menjelaskan bahwa sebaiknya setiap pengemudi yang akan menuju Garut Selatan melalui Tanjakan Panganten saat menurun atau menanjak sebaiknya menggunakan gigi rendah. "Tujuannya agar kendaraan mampu melewati saat di tanjakan, dan saat di turunan rem terbantu dengan perputaran mesin," jelasnya.
Sementara itu Kapolsek Pamulihan, Ipda. Saep Balya mengatakan bahwa sejak tiga tahun terakhir (2016-2019) jumlah kecelakaan di Tanjakan Panganten tercatat sebanyak 21 kali. Tercatat jumlah korban meninggal dunia sebanyak tiga orang, luka berat sebanyak tujuh 8rang dan 32 orang mengalami luka-luka.

Rabu, 30 Oktober 2019

TNI AU akan Duetkan Jet Tempur Canggih F-16 Viper dan Sukhoi SU-35

TNI AU akan Duetkan Jet Tempur Canggih F-16 Viper dan Sukhoi SU-35

TNI AU bakal memiliki jet tempur canggih buatan Amerika Serikat. Jet tempur itu adalah F-16 Block 72 Viper. Jet tempur ini akan didatangkan bertahap sebagai rencana strategis 2020-2024 mendatang.
Selain mengandalkan F-16 jenis Block 72 Viper, TNI AU juga akan mendatangkan pesawat jenis Sukhoi 35 dari Rusia. "Selain itu, juga kita akan ditemani pesawat dari timur, Sukhoi 35 juga sedang proses," kata Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI Yuyu Sutisna.
Indonesia memang sudah memiliki 33 jet tempur F-16 Fighting Falcon dari berbagai tipe. Namun F-16 Block 72 Viper adalah tipe terbarunya. Berikut kecanggihan F-16 Block 72 Viper dan Sukhoi SU-35 yang akan dimiliki TNI AU:

Tipe Terbaru F-16 Fighting Falcon

Sekitar tahun 2012, Lockheed Martin, perusahaan pembuatan F-16 Fighting Falcon meluncurkan tipe terbaru jet tempur ini. Tipe baru ini dijuluki "Viper". F-16 Block 70/72 merupakan produksi F-16 yang terbaru dan tercanggih, karena menggabungkan berbagai kapabilitas dari tipe F-16 sebelumnya.

Dilengkapi Radar Canggih

F-16 Block 70/72 memiliki radar APG-83. Radar di pesawat termasuk dalam Active Electronically Scaned Array (AESA) atau radar Array. Selain itu, beberapa teknologi di F-16 Block 70/72 juga terbaru dan tidak tersedia di tipe-tipe Block F-16 lainnya.
Radar mampu melacak 20 target secara bersamaan, mampu menghasilkan peta radar aperture sintetis dengan resolusi tinggi, memiliki jangkauan hingga 160 mil laut dari target darat hingga operasi mode udara-ke-udara dan udara-ke-permukaan yang menjadi satu. Radar Array juga mampu melacak target jarak jauh dari udara.
Kemampuan operasionalnya makin ditingkatkan, dengan datalink canggih, Pod penargetan dan senjata. Kemudian Navigasi GPS presisi dan Automatic Ground Collision Avoidance System (Auto GCAS).

Pilot Dilengkapi dengan Joint Helmet Mounted Cueing System II

Pilot F-16 Block 70/72 akan dilengkapi dengan Joint Helmet Mounted Cueing System II (JHMCS II). Dengan JHMCS II, pilot bisa mengarahkan senjata dan sensor hanya dengan memutar kepalanya.
Teknologi ini berfungsi karena data-data taktis yang selalu tersedia di jet tempur utama. Data-data tersebut bisa membantu pilot saat dalam keadaan kritis sekalipun.
Dalam situasi yang kritis, pilot masih bisa membidik dan tidak perlu melihat ke tampilan kokpit untuk mendapatkan data yang dibutuhkan.
JHMCS II adalah sistem digital yang menggabungkan pelacak inersia optik hybrid terbaru. Selain itu, JHMCS II juga tidak membutuhkan kokpit magnetic mapping seperti versi sebelumnya.
Kecanggihan JHMCS II menyediakan simbologi warna, pemantauan dan deteksi, dan peringatan G-LOC. Simbologi warna meningkatkan pengenalan langsung pilot dengan target dan ancaman yang tidak diketahui.

Dilengkapi Sistem Kesadaran dari Ancaman

F-16 Block 70 juga dilengkapi dengan sistem teknologi canggih yang bisa disesuaikan. Sistem ini mendukung Integrated Radar Warning Receiver (RWR). Artinya, F-16 Block 70 memiliki teknologi yang sadar akan ancaman RF dan sistem penanggulangan elektronik (ECM).

Senjata Canggih F-16 Block 70/72

Jet tempur ini juga dilengkapi dengan senjata canggih. Dimulai dari sistem target dengan AAQ-33 Sniper Advanced Targeting Pod, AAQ-28 Litening II Advanced Targeting Pod, hingga AAQ-32 Integrated FLIR Targeting System.
Kemudian Roket atau Senjata Pod, yang terdiri dari roket MK-4, MK-66 2.77-in, APKWS Laser 2.75-in, MK-4, MK-66 2.77-in, roket pod LAU-68/131 dan LAU-3A/5003.

Senjata Udara ke Udara dan Udara ke Daratan

F-16 Block 70/72 dilengkapi dengan senjata udara ke udara dan udara ke daratan. Rinciannya, untuk senjata udara ke daratan seperti AGM-65 Maverick/AGM-65 Laser Maverick, AGM-142B Have Lite dan AGM-88 HARM.
Kemudian senjata udara ke udara, seperti IRIS-TAIM-9N/P Sidewinder, AIM-9L/M/S Sidewinder dan AIM-9X Sidewinder, AIM-7F/M Sparrow, AIM-120A/B AMRAAM dan AIM-120C/D AMRAAM.

Radar Canggih Sukhoi SU-35

Seperti F-16 Block 70/72, Sukhoi SU-35 juga memiliki sistem radar canggih. Radar tersebut dilengkapi dengan Irbis, antena phased array (gelombang radio yang dapat diarahkan secara elektronik tanpa menggerakkan antena yang memiliki kemampuan unik dalam mendeteksi target di jarak sangat jauh.
"Dalam hal karakteristik, radar ini mirip dengan yang di F-22. Irbis dapat mendeteksi target yang mendekat dari jarak 350 hingga 400 kilometer. Di jarak tersebut, Su-35 juga dapat melihat kapal induk. Pada jarak 150 sampai 200 kilometer dapat melihat jembatan kereta api. Di jarak 100 hingga 120 kilometer perahu motor, dan di jarak 60 hingga 70 kilometer sistem misil taktis yang bergerak atau sejumlah kendaraan lapis baja dan tank," kata Vadim Kozyulin, profesor di Akademi Ilmu Militer Rusia.

Mampu Mengangkut Banyak Bom

Su-35 juga menggunakan mesin pesawat buatan Rusia, AL-41F-1S, yang tidak hanya memberikan mesin kecepatan dan kemampuan bermanuver hebat, tapi juga kemungkinan untuk menyimpan banyak senjata. Secara khusus, Su-35 dapat terbang dengan delapan ton bom dan misil berpresisi tinggi.
Su-35 memiliki 12 suspension hitches untuk menyimpan misil dan bom udara berpresisi tinggi ini. Ada dua hitches di ujung sayap untuk menampung wadah dengan sistem peperangan elektronik. Jet tempur dilengkapi dengan seluruh koleksi misil dan bom udara berpresisi tinggi.

Pesawat yang Diatur Komputer

Jet Sukhoi SU-35 tidak memiliki peralatan navigasi tradisional yang dilengkapi panah penunjuk. Sebagai gantinya, ada dua penampil kristal cair (liquid crystal display atau LCD) guna memberikan semua informasi yang pilot butuhkan dalam format picture in picture.
Selain itu, aktuator hidrodinamik dari sistem tenaga Su-35 diganti dengan yang bertenaga listrik, yang menurut para pembangunnya tidak hanya mengurangi luas dan berat, tapi juga membantu memperkenalkan sistem panduan jarak jauh paralel dari mesin.
"Secara praktik, ini berarti peran pilot semakin berkurang. Komputerlah yang menentukan pada kecepatan berapa dan cara apa mesin akan menemukan targetnya, dan pada momen apa ia akan membuat senjata dapat digunakan oleh penerbang," kata Vadim Kozyulin, profesor di Akademi Ilmu Militer Rusia.

Rabu, 16 Oktober 2019

Mobil Listrik Buatan SMK di Kudus Bisa Melaju 60 Km Per Jam

Mobil Listrik Buatan SMK di Kudus Bisa Melaju 60 Km Per Jam

Pelajar SMK NU Ma'arif Kabupaten Kudus, Jawa Tengah mengembangkan mobil listrik sebagai salah satu bentuk pembelajaran di sekolah, dalam menyongsong era Revolusi Industri 4.0. Hal ini sekaligus merespons komitmen pemerintah yang mendorong pengembangan industri mobil listrik dalam negeri.
"Kami ingin menyiapkan siswa didik di SMK NU Ma'arif siap menghadapi era revolusi industri, salah satunya terkait keinginan pemerintah mewujudkan kendaraan bertenaga listrik yang lebih ramah lingkungan," kata Kepala Jurusan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) SMK NU Ma'arif, Masrukin di Kudus, Selasa (15/10).
Harapannya ketika menghadapi tahun 2020 bertepatan dengan semakin banyaknya kendaraan listrik, lulusan SMK NU Ma'arif Kudus sudah siap diserap pasar, terutama yang membutuhkan lulusan yang menguasai kendaraan listrik.
Dia mengungkapkan proyek mobil listrik ini juga sebagai tindak lanjut amanat dari Direktorat Kementerian Pendidikan untuk mengembangkan pembelajaran sekolah dengan model STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics).
Dalam membuat mobil listrik, katanya, pihaknya melibatkan guru dan pelajar dari berbagai jurusan, mulai dari guru matematika, fisika, kimia, dan teknik gabar desain karena model STEM memang melibatkan banyak pihak.
"Kami melibatkan kelas industri, mekanikel, serta elektrikel secara bergiliran yang dibagi per kelompok untuk menyelesaikan proyek pengembangan mobil listrik tersebut," ujarnya.
Karena masih dalam tahap riset, mobil yang sudah bisa dioperasikan tersebut masih menggunakan baterai basah dan belum menggunakan baterai kering yang tetap bisa diisi ketika energi listriknya benar-benar habis.
Mobil listrik yang dirancang tersebut dipersenjatai dengan motor listrik bertenaga 75 tenaga kuda.
"Untuk sementara kecepatan mobil listrik yang menggunakan bodi mobil hatchback keluaran Eropa tersebut, hanya berkisar 60 kilometer per jam. Namun masih bisa ditingkatkan hingga kecepatan 100 kilometer per jam," ujarnya.
Dia juga tengah merancang mobil tersebut dengan kapasitas baterai yang terpasang nantinya bisa menempuh jarak sekitar 200 kilometer.
Selain membuat mobil listrik, SMK NU Ma'arif Kudus juga akan membuat charging untuk mobil listrik, agar bateranya lebih tahan lama dan awet sehingga daya listriknya tetap stabil.
"Untuk merealisaiskannya, tentu berkolaborasi juga dengan berbagai disiplin ilmu," ujarnya.
Selanjutnya, pihak sekolah akan membuat beberapa unit mobil listrik, guna kepentingan mobilisasi sekolahnya serta tidak menutup kemungkinan untuk masyarakat sekitar.
Terkait biaya perakitan mobil listrik, diperkirakan menghabiskan anggaran hingga Rp 60-an juta dengan pemanfaatan baterai kering, sedangkan menggunakan baterai jenis lithium bisa mencapai Rp 100 juta.
"Jangka panjang juga akan dilengkapi panel solar cell di atas mobil untuk memenuhi sebagian pengisian baterai," ujarnya.
Untuk memodifikasi mobil berbahan bakar bensin menjadi mobil listrik, dibutuhkan waktu satu bulan, sedangkan untuk risetnya membutuhkan waktu hingga beberapa bulan.

Rabu, 09 Oktober 2019

Tim Arkeolog Temukan Berbagai Peralatan dari Tulang Zaman Purba di Ponorogo

Tim Arkeolog Temukan Berbagai Peralatan dari Tulang Zaman Purba di Ponorogo

Tim Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas) menemukan sejumlah peralatan penunjang kehidupan dari era zaman purba atau pra sejarah di Gua Lawa di Desa/Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo.
Tim Arkeolog itu, terdiri dari 13 personel. Mereka melakukan penelitian selama 18 hari sejak Sabtu (28/9) hingga Selasa (15/10) mendatang.
"Sampai saat ini kami menemukan berbagai peralatan dari tulang hewan yang diperkirakan ada sejak zaman manusia pra sejarah dari Ras Austrimelanesoid yang menghuni gua Lawa," kata ketua penelitian Djatmiko, Selasa (8/10).
Dia memperkirakan tulang yang ditemukannya itu ada sejak 3000 sampai 7000 tahun lalu. "Kalau dilihat bentuknya ribuan tahun lalu," jelasnya.
Djatmiko menjelaskan penemuan ini merupakan temuan dari penelitian sebelumnya disekitar bekas galian yang mengalami longsor. Hasil analisa sementara, peralatan tulang ini ada sejak zaman manusia pra sejarah yang pertama menghuni gua ini.
Peralatan yang ditemukan itu terdiri dari alat-alat dari batu seperti ujung panah, flakes, batu pipisan serta kapak yang sudah di asah. Tapi penemuan alat yang paling dominan adalah alat-alat kehidupan yang terbuat dari tulang dan tanduk rusa. Karena di gua tersebut banyak ditemukan peralatan dari tulang, disebut Sampung Bone Culture.
"Temuan ini akan kami konservasi di kantor arkeologi Jakarta untuk mencari informasi baik usia, jenis, kronologi budaya hingga siapa manusia pra sejarah pertama yang tinggal di sini," terangnya.
Saat ini, lanjutnya, tim sudah menemukan alat-alat batu berjumlah 50 an. Ada yang berbentuk lancipan, maupun mata panah bergerigi. Total ada 8 batuan yang spesifik kegunaannya. Sedangkan alat tulang total ada 20 dengan spesifik kegunaan masing-masing, mulai dari lancipan, sudip dan spatula, maupun sendok.
Tim, lanjut Djatmiko, sudah beberapa kali melakukan penelitian. Dari hasil penelitian tersebut, ditemukan ada sembilan kerangka manusia purba oleh tim Puslit Arkenas pada tahun 2000 lalu.
"Hasil penelitian ini diharapkan menambah literasi sejarah manusia purba di Tanah Air," terangnya.
Djatmiko mengatakan, ada misi yang diemban oleh Puslit Arkenas saat mendatangi situs Gua Lawa. Dia menargetkan menemukan tulang manusia pra sejarah, sebab dalam penelitian sebelumnya sudah ditemukan sembilan rangka manusia di gua yang terletak di Desa/Kecamatan Sampung.
"Total sudah ada sembilan. Tahun 2008 lalu kami juga menemukan rangka manusia pra sejarah," jelas pria asal Yogyakarta ini.
Dia bersama tim menduga di Gua Lawa masih ada sekitar 20 an kerangka manusia pra sejarah. Pasalnya gua ini termasuk cukup luas dan teduh. Hal itu bisa jadi menjadi tempat tersembunyi manusia purba saat itu.
Menurut Djatmiko, di sekitar arah timur gua di kedalaman 3 meter pada penelitian tahun 2008 lalu ditemukan jejak tulang manusia. Kemungkinan besar di kedalaman 4 meter dipastikan ditemukan tulang manusia pra sejarah yang menghuni gua Lawa ini.
"Tapi karena di situ hampir 4 meter dasarnya saya nggak mau ambil resiko teman-teman saya teruruk nanti, ini masih cari cara supaya tulang-tulang yang kita temukan ini tidak rusak," terangnya.
Dia mengaku bahwa gua ini memang jadi lokasi hunian ras kecil manusia pra sejarah sekitar 3000 hingga 7000 tahun lalu. Pada masa itu, manusia butuh berburu dan meramu istilah yang digunakan dalam ilmu prasejarah, pada masa tingkat budaya Mesolitikum dan budaya Neolitikum yang dicirikan dengan penemuan alat-alat dari tulang dengan sebutan Sampung Bone Industry.
"Gua ini jadi pilihan hunian orang zaman dulu untuk bermukim di sini karena dekat dengan sumber mata air, ada sumber air purba bisa untuk cuci, minum," katanya.

Kamis, 03 Oktober 2019

Potret Cantik Gunung Lawu Diselimuti Awan Bertopi

Potret Cantik Gunung Lawu Diselimuti Awan BertopiFenomena alam yang unik serta indah terjadi di Gunung Lawu. Sebuah awan bertopi tampak persis menyelimuti atas Gunung Lawu dan terlihat jelas dari sisi Magetan, Jawa Timur. Foto-foto fenomena itu pun beredar luas di media sosial (medsos).
"Memang kejadiannya tadi pagi. Sekitar pukul 05.00 wib sampai siang sekitar pukul 10.00 WIB," kata Kasie Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan, Ferry Yoga Saputra, Kamis (3/10).
Ferry mengatakan fenomena alam itu sebenarnya merupakan hal yang biasa. Hal itu bisa terjadi karena penumpukan awan dan angin yang bertemu dari arah selatan dan utara. "Jadi awan menumpuk dan kebetulan di Gunung Lawu," jelas Ferry.
Menurutnya, fenomena tidak hanya terjadi di musim kemarau. Tapi juga bisa terjadi di musim penghujan. Dia mengaku kondisi seperti ini dipengaruhi oleh arah angin.
"Tidak satu musim saja. Mau kemarau, mau penghujan bisa saja. Kondisi seperti ini dipengaruhi arah angin," tegasnya.
Dia menceritakan arah angin itu kemudian membuat awan berkumpul di salah satu titik, kemudian membentuk fenomena alam itu. Dari arah angin, membentuk pola seperti topi atau payung. Dan ini merupakan fenomena yang biasa.
Dia menjelaskan, awan membentuk topi itu kurang lebih terjadi sekitar 2 kali pada tahun 2019. Pertama, kemarin posisi waktu penghujan, musim peralihan.
"Ini tadi terjadi kembali. Nah nanti bisa lagi terjadi kembali," pungkasnya. 

Kamis, 14 Februari 2019

Keunikan Air Terjun Sembilan Tingkat Punya Bengkulu Utara

Keunikan Air Terjun Sembilan Tingkat Punya Bengkulu UtaraBukan tanpa alasan jika Bengkulu Utara mendapat julukan bumi seribu air terjun. Pasalnya kabupaten ini menjadi rumah bagi sederet air terjun cantik bernilai wisata. Beberapa di antaranya adalah Air Terjun Palak Siring Kemumu, Air Terjun Pacitan, Air Terjun Alas Bangun, dan Air Terjun Intake.

Bicara soal air terjun, Bengkulu Utara juga punya satu air terjun yang tak ada duanya. Namanya adalah Curug Sembilan atau dikenal juga dengan nama Air Terjun Sembilan Tingkat. Dinamakan demikian karena air mengalir dari sembilan tingkat membentuk jajaran air terjun besar dan kecil. Ini adalah satu-satunya air terjun bertingkat-tingkat yang dimiliki oleh Provinsi Bengkulu

Curug Sembilan terletak di Desa Tanah Hitam, Kecamatan Padang Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara. Masih satu lokasi dengan Hutan Lindung Boven Lais yang jadi rumah Rafflesia Arnoldii dan Rafflesia Gadutensis.
Curug Sembilan menawarkan panorama yang tak biasa, karena sekali pandang bisa menikmati keindahan beberapa air terjun sekaligus. Sempurna untuk latar foto kekinian yang jadi kegemaran generasi milenial.
Aliran air sungai yang deras, jernih, dan bersuhu rendah akan membuat kaki terasa dingin. Pemandangan alam di sekitanya pun menyejukkan mata. Udara di sangat sejuk karena air terjun dan kawasan sekitarnya memang sangat terjaga.
Nilai tambah Curug Sembilan adalah air terjun dikelilingi hutan lindung yang juga merupakan habitat aneka flora fauna. Tak cuma bunga-bunga Rafflesia dan curugnya yang bisa dilihat di sini. Ada juga beberapa jenis binatang liar namun jinak yang mungkin akan berpapasan dengan Anda.
Kalau Anda ingin mengunjungi Curug Sembilan, Anda harus masuk ke wilayah Hutan Lindung Boven Lais menggunakan kendaraan khusus. Saat musim hujan, biasanya perjalanan akan terasa lebih berat. Setelah mencapai Tanah Hitam, giliran kaki yang harus menempuh jalur berlumpur nan licin. Pastikan kondisi tubuh sehat agar Anda tak kehabisan stamina begitu mencapai air terjun

Rabu, 13 Februari 2019

Menikmati Instagenik-nya Pemandangan di Bawah Jembatan Mangunsuko

Menikmati Instagenik-nya Pemandangan di Bawah Jembatan MangunsukoKota Magelang, Jawa Tengah punya sederet objek wisata yang unik, salah satunya adalah Jembatan Mangunsuko.

Jembatan Mangunsuko berada di Dusun Grogol, Desa Mangunsuko, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang. Tempat ini bisa dicapai dengan perjalanan dengan kendaraan bermotor selama 40 menit. Pasalnya lokasi Jembatan Mangunsuko hanya berjarak 24 kilometer dari pusat kota Magelang.

Jembatan ini merupakan jalur penting penghubung empat desa, yaitu Desa Mangunsuko dan Grogol yang terpisah Sungai Senowo dengan Desa Sumber dan Desa Tutup. Walaupun begitu, saat ini banyak warga dari pusat kota atau desa lain yang mengunjungi Jembatan Mangunsuko untuk wisata.

Kalau dilihat sekilas, mungkin tak ada yang istimewa dari jembatan gantung sepanjang 120 meter ini. Tetapi keindahan Jembatan Mangunsuko terletak di bagian bawah. Dari jembatan kita bisa melihat sungai-sungai kecil yang mengalir membentuk sederet air terjun mini.

Air terjun yang berjajar itu dilatari rerumputan hijau yang membuat pemandangan terlihat semakin indah. Sementara di kejauhan terlihat Gunung Merapi menjulang dengan gagahnya. Benar-benar latar yang cantik untuk fotografi.


Jembatan Mangunsuko diresmikan oleh presiden Joko Widodo pada tahun 2017 lalu. Karena itulah Jembatan Mangunsuko juga populer dengan sebutan JembatanJokowi.
Sejak pertengahan 2018, jembatan ini viral di Instagram. Pemandangannya yang tergolong instagenik bikin netizen tertarik untuk mengunjungi.

Kamis, 07 Februari 2019

Misteri Pulau-Pulau Baru yang Mendadak Muncul

Misteri Pulau-Pulau Baru yang Mendadak MunculMunculnya pulau-pulau di beberapa wilayah di belahan dunia terjadi secara mendadak dan menjadi misteri. Salah satu alasan kemunculan pulau baru ini adalah letusan gunung berapi di bawah laut.
Bahkan munculnya pulau-pulau baru ini bisa terlihat oleh satelit NASA. Berikut beberapa pulau baru yang mendadak muncul ke permukaan dan menjadi misteri. Namun akhirnya terungkap:

1. Pulau Hunga Tonga-Hunga Haapai
Pulau ini muncul sejak akhir Januari 2015. Munculnya karena erupsi gunung berapi di perairan Tonga, Samudera Pasifik. Pulau baru ini membentang antara dua pulau kecil yang lebih tua yang disebut Hunga Tonga dan Hunga Ha'apai.
Pulau 'bayi' itu mampu bertahan hidup dengan cara yang tidak biasa. Analisis yang dilakukan pada tahun 2017 oleh NASA tentang harapan hidup pulau ini yaitu antara enam dan 30 tahun. Pulau ini adalah satu dari tiga pulau vulkanik yang hidup lebih lama, beberapa bulan dalam 150 tahun terakhir.
"Pulau ini juga pulau pertama yang sanggup bertahan sejak armada satelit mulai mengamati permukaan Bumi," kata Slayback, seorang ilmuwan di NASA.
2. Pulau Ferdinandea
Pulau Ferdinandea sebenarnya bukan pulau baru. Ferdinandea pernah hilang dan kemudian muncul kembali. Pulau ini tak jauh dari lepas pantai Sisilia dan Tunisia, Laut Mediterania. 

Kisah pulau Ferdinandea dimulai pada Juli 1831. Waktu itu, selepas gunung berapi meletus, warga mencium bau belerang yang menyengat. Beberapa hari kemudian, pilar besar terlihat naik dari laut.

Awalnya warga mencium bau belerang, mereka mengira ada kapal terbakar. Dua minggu setelah peristiwa tersebut, pulau baru muncul di tempat itu. Pulau itu terus tumbuh dan meluas. Hingga mencapai ketinggian 63 meter dengan diameter 4,8 kilometer.
Lalu pulau ini menjadi perebutan karena letaknya yang strategis. Perebutan tak lama, kurang dari enam bulan pulau ini tenggelam ke laut. Uniknya, berdasarkan catatan sejarah, pulau ini ternyata sering tenggelam kemudian muncul kembali. Setidaknya, sejarah mencatat hal tersebut telah terjadi sebanyak empat atau lima kali.
3. Pulau Pasir di Pantai Carolina Utara
Presiden dari Cape Hatteras National Seashore, Bill Smith mengatakan pulau ini masih sangat berbahaya. Ia memperingatkan agar warga tak mendekati pulau ini. Alasannya, karena pulau tersebut menjadi area pancing. Ia khawatir jika ada kail pancing yang tertinggal dan melukai seseorang. 

Bahaya lain adalah hiu dan ikan pari yang berada tepat di bawah permukaan air dan air yang membentuk seperti sungai kecil di antara pulau dan daratan sepanjang 15 meter yang menghasilkan arus yang kuat.

Pulau Pasir memiliki panjang 1,6 kilometer dan lebar 146 meter, letaknya di luar pantai Buxton, Carolina Utara, yang merupakan bagian dari Cape Hatteras National Seashore. 

Pulau ini diduga terbentuk karena arus dan badai, yang secara konstan merubah pulaunya. "Kemungkinan kekuatan arus dan badai untuk membentuk pulau pasir tersebut dapat memperbesar atau tenggelam di bawah ombak dapat satu atau dua tahun lagi, kata Smith.

Rabu, 06 Februari 2019

Manchester United Disarankan Gaet Kembali Edwin van der Sar

Pemain MUJakarta - Manchester United meraih hasil kurang menggembirakan pada paruh pertama Liga Inggris musim ini. Hal tersebut membuat jajaran petinggi Setan Merah menendang Jose Mourinho dari kursi manajer.
Ole Gunnar Solskjaer lalu ditunjuk sebagai manajer interim Manchester United. Di bawah arahan juru racik asal Norwegia itu, Paul Pogba dan kawan-kawan kini tak terkalahkan dalam 10 laga.
Kesuksesan Solskjaer membuatnya dijagokan terpilih menjadi manajer tetap United. Namun, selain itu, Paul Parker menyarankan agar menunjuk satu sosok familiar yang bertugas sebagai jembatan antara para pemain dan petinggi klub.
"Ke depan, saya rasa mereka perlu seorang direktur olahraga dengan model Eropa," kata mantan bek MU iti kepada Eurosport.
"Seseorang yang berada di sekitar, dihormati para agen, dan mengenal mereka dengan baik untuk membuat para pemain mengeluarkan kemampuan terbaik karena reputasinya."
"Manchester United akan ada di posisi yang bisa menarik perhatian para pemain bintang ketika mereka bersaing dengan klub papan atas lainnya di bursa transfer," tambahnya
Jika MU mengangkat seorang direktur olahraga, satu nama yang muncul di benak Parker adalah Van der Sar. Sosok 48 tahun itu terbilang cukup sukses menempati posisi tersebut di raksasa Eredivisie, Ajax Amsterdam.
"Saya sungguh merasa model direktur olahraga bisa berhasil bagi United. Fergie [Sir Alex Ferguson] tentu akan menjadi penasihat ketika Ole membutuhkan, tapi direktur olahraga akan memberi bantuan berarti bagi pelatih muda untuk melangkah maju," tutur Parker.
"Saya rasa sosok seperti Edwin van der Sar, chief executive Ajax, akan cocok karena dia memiliki pengalaman sepakbola dan bisnis yang membuatnya menjadi kandidat ideal," katanya.
"Dia mengenal klub dengan sangat baik, secara pribadi sangat dihormati di Manchester United dan faktanya para pemain top juga mengenal namanya," tukas Parker.

4 Kawasan Kampung Cina di Indonesia, Bukti Luasnya Persebaran Etnis Tionghoa

4 Kawasan Kampung Cina di Indonesia, Bukti Luasnya Persebaran Etnis TionghoaJakarta Kaum peranakan Tionghoa tersebar di seluruh dunia. Di berbagai wilayah, etnis ini membentuk komunitas atau tempat tinggal tersendiri. Komunitas ini biasa disebut sebagai kampung cina atau Pecinan.
Kampung Cina-Pecinan atau China Town merujuk kepada sebuah wilayah kota yang mayoritas penghuninya adalah orang Tionghoa. Pecinan banyak terdapat di kota-kota besar di berbagai negara di mana orang Tionghoa merantau dan kemudian menetap seperti di Amerika Serikat, Kanada dan negara-negara Asia Tenggara.
Di Indonesia, etnis Tionghoa tersebar luas di berbagai daerah khususnya pulau Jawa. Kampung cina di Indonesia biasanya telah melebur dengan budaya sekitar. Berikut 4 kawasan Kampung Cina di beberapa daerah yang tersebar di Indonesia.
Kampung Cina di Jakarta terbentang cukup luas di beberapa titik dari Jakarta Barat (Glodok), Jakarta Pusat (Pasar Baru), hingga Jakarta Utara (Kelapa Gading dan Pluit). Kampung Cina di Jakarta adalah salah satu kawasan Pecinan di Indonesia yang cukup besar.
Pecinan di Jakarta memiliki perpaduan antara budaya Tionghoa dan Betawi. Salah satu wujud dari perpaduan dua budaya ini adalah lahirnya Tari Cokek.
Kawasan Pecinan Glodok atau Petak Sembilan merupakan kawasan Pecinan yang paling terkenal di Jakarta. Kawasan ini sudah ada sejak tahun 1700-an.
Di kawasan ini Anda dapat menemukan Wihara Dharma Bakti yang termasuk wihara tertua di Jakarta, Gereja De Fatima dengan arsitektur Cina, wisata kuliner di Gang Gloria, dan berbagai pernak-pernik khas Negeri Tiongkok dapat Anda temui di kawasan ini.
Kalimantan memiliki kawasan pecinan yang cukup besar, tepatnya di daerah Singkawang. Daerah yang terletak di Kalimantan Barat ini dihuni oleh mayoritas etnis Tionghoa. Tak heran jika kota ini disebut sebagai kota seribu kelenteng. Perayaan Imlek dan Cap Go Meh diadakan meriah di kota ini.
Disini Anda dapat menemui banyak kelenteng tempat peribadatan umat Konghucu, bangunan-bangunan dikota ini juga kental dengan kesan oriental. Selain itu Anda juga akan menemukan banyak penduduk yang menggunakan bahasa Cina daerah seperti seperti Hakka dan Tio Ciu sebagai bahasa sehari-hari mereka.
Kota Semarang juga menjadi salah satu kawasan Pecinan terbesar di Indonesia. Jejak sejarah Etnis Cina di Semarang dapat dilihat melalui Kelenteng Sam Poo Kong. Kelenteng Sam Poo Kong yang terletak di kawasan Bukit Simongan menjadi saksi bisu penjelajahan Cheng Ho di Nusantara. Kelenteng tertua sekaligus yang terbesar di Semarang ini menjadi tempat berteduh dan tempat tinggal sementara Laksamana Cheng Ho atau Zheng He saat harus "terpaksa" merapat ke pelabuhan pada tahun 1416.
Selain itu Kota Semarang memiliki kurang lebih 11 kelenteng pada kawasan Pecinannya dan sebagian besar kelenteng tersebut membentang dari Jalan Beteng, Gajah Mada, Jalan MT Haryono, Jalan Jagalan, dan kawasan dekat Simpang Lima Semarang.
Pada malam hari, Anda dapat menemukan Pasar Semawis di Kawasan Pecinan ini. Di sini Anda dapat menikmati berbagai kuliner khas Tionghoa. Pasar yang berlokasi di Jalan Gang Warung, Kecamatan Semarang Tengah, ini selalu menyuguhkan berbagai atraksi menarik saat perayaan Imlek.
Di Yogyakarta ada beberapa daerah Pecinan. Salah satu yang populer adalah Ketandan yang berada di jantung Kota Yogyakarta. Ketandan terletak di utara Pasar Beringharjo Jalan Malioboro. Gapura Kampung Ketandan terpasang di depan kampung.
Kampung Ketandan yang terkenal sebagai pemukiman masyarakat Tionghoa dan sentra toko emas di Yogyakarta. Kampung yang berlokasi di Kelurahan Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Yogyakarta ini terdiri dari tiga RW, yakni 04, 05, dan 06, yang dihuni sekitar 1.000 KK.
Di sepanjang kampung Ketandan ini Anda akan menemui bangunan-bangunan dengan arsitektur Cina. Saat Imlek dan Cap Go Meh, kampung ini akan ramai dengan pertunjukan barongsai dan lampion-lampion yang dipasang di sepanjang Kampung Cina ini.

Penodong Bersenjata Tajam Nekat Beraksi di Dalam Bajaj di Tanah Abang

Penodong Bersenjata Tajam Nekat Beraksi di Dalam Bajaj di Tanah AbangPetugas Polsek Metro Tanah Abang, Jakarta Pusat, menangkap seorang pelaku penodongan bersenjata tajam bernama Herlan. Pria berusia 24 tahun itu melakukan perampasan di kawasan Jatibaru, Tanah Abang senin 4/2 lalu.

"Korbannya adalah Rio Febrian (18). Dia sempat diancam pelaku pakai pisau. Bahkan, kaki dan tubuhnya dipukul pelaku," kata Kanit Reskrim Polsek Metro Tanah Abang Kompol Supriadi di Jakarta, Rabu (6/2).
Supriadi menceritakan, awalnya Rio memasarkan handphone Oppo miliknya seharga Rp 3 juta di media sosial Facebook. Kemudian, salah seorang teman pelaku langsung mengatakan akan membeli handphone tersebut.
"Lalu, mereka janjian bertemu di Tanah Abang melalui media sosial," ujar Supriadi.
Supriadi melanjutkan, pelaku langsung bertemu dengan korban di lokasi yang telah disepakati. Mereka melakukan negosiasi di dalam Bajaj.
"Mereka lantas memanggil Bajaj untuk berputar-putar ke kawasan Tanah Abang. Saat di tengah jalan, tersangka langsung mengancam dan memukul korban. Korban dipukuli di luar Bajaj. Bahkan, sopir Bajaj sempat diancam," jelas Supriadi.
Usai dipukul, korban lantas berteriak dan memicu warga sekitarnya. Herlan yang dalam posisi terdesak lantas dikejar oleh warga bersama petugas patroli yang kebetulan melintas.
"Mengaku baru sekali. Cuma kami masih mendalami lagi. Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 365 KUHP. Dengan ancaman hukuman 9 tahun," katanya.