816Agent
816WIN

Bandar Bola 816agent

Bandar Bola 816agent

Judi Bola

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Prediksi Bola 816Agent

Prediksi Bola

Kamis, 23 Januari 2020

Kenali 3 Faktor Risiko yang Bisa Membuat Seseorang Menjadi Pelaku Kekerasan Seksual

Kenali 3 Faktor Risiko yang Bisa Membuat Seseorang Menjadi Pelaku Kekerasan Seksual

Terjadinya kekerasan seksual bisa disebabkan oleh berbagai macam faktor. Salah satunya adalah dengan melihat kondisi yang dimiliki oleh tiap-tiap individu.
Kondisi ini bisa menjadi faktor risiko yang menyebabkan seseorang menjadi pelaku. Walau begitu, dimungkinkan juga ada penyebab lain yang muncul dari hal ini.
Berikut merupakan faktor-faktor risiko yang dapat menyebabkan seseorang menjadi pelaku kekerasan seksual :
1. Keterampilan sosial yang buruk
Orang akan cenderung memiliki risiko menjadi pelaku ketika ia berketerampilan sosial yang buruk. Ia tidak bisa mengembangkan relasi sosial, sehingga memiliki hubungan yang tegang dengan orang dewasa lainnya.
2. Perasaan tidak berdaya
Perasaan tidak berdaya berkaitan dengan keterampilan sosial yang buruk.
"Jika orang tersebut memiliki perasaan tidak berdaya, biasanya juga memiliki hubungan yang tidak memuaskan dengan orang dewasa lainnya," kata dokter Gina Anindyajati, SpKJ saat ditemui di Gedung IMERI.
Ketika seseorang menjalani hubungan yang penuh dengan ketegangan, maka ia tidak pernah merasa puas dengan hubungan tersebut. Selalu akan merasa cemas, tidak aman, terganggu dengan hubungan tersebut, sehingga tidak akan pernah tercapai kepuasaan dalam hubungan tersebut.
3. Masalah seksual
"Masalah seksual ini seperti ereksi, ejakulasi dini. Itu akan meningkatkan risiko seseorang untuk menjadi pelaku kekerasan seksual," kata dokter Gina.
Faktor-faktor risiko lainnya yaitu seperti hubungan yang tegang dengan orang dewasa, kerentanan dalam hal maskulinitas, harga diri rendah, perasaan terhina, kesepian, dan masalah keterikatan emosional.

Kesempatan Juga Salah Satu Faktor Penyebab

Namun, perlu digaris bawahi bahwa seseorang yang memiliki ciri-ciri risiko seperti yang telah disebutkan bukan berarti orang tersebut sudah pasti sebagai pelaku kekerasan seksual. Itu semua hanyalah risiko, kemungkinannya.
"Apakah pasti? belum tentu," tambah dokter Gina.
Banyak hal lainnya yang kemudian menjadikan seseorang dapat menjadi pelaku kekerasan seksual.
Dokter Gina menuturkan bahwa risiko memang ada, tetapi apabila kesempatan tidak ada, kekerasan juga tidak akan terjadi.
"Jadi itu yang harus kita lihat. Apakah itu memiliki risiko? Kesempatannya ada atau tidak? Bisa dicegah atau diminimalisir tidak? Itu yang kemudian kita lakukan sebagai bagian dari masyarakat untuk menilainya," tandas dokter Gina.

Guru Cabul di Badung Sempat Tawarkan Uang dan Janjikan Sepatu kepada Korban

Guru Cabul di Badung Sempat Tawarkan Uang dan Janjikan Sepatu kepada Korban

Kasatreskrim Polres Badung AKP Laorens R. Heselo membeberkan modus guru olahraga berinisial IGA KW (53) yang mencabuli dua murid SD di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali. Tersangka menawarkan sejumlah uang dan menjanjikan membelikan sepatu baru.
"Sempat dikasih uang Rp50 ribu tapi tidak diambil. (Kemudian) korban kedua (KDAP) dijanjikan dibelikan sepatu supaya perbuatan dia tetap dilaksanakan," ujar Haselo kepada wartawan, Rabu (22/1).
Kedua korban dilakukan pendamping oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Badung dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Badung serta Dinas Sosial.
"Sementara masih pendampingan untuk psikologi dan masih berlangsung," terang Heselo.
Ia menerangkan, untuk kondisi korban TF (13) masih trauma dan sering menangis. Kemudian, untuk korban KDAP (12) juga masih trauma.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten Badung Ketut Widia Astika mengecam perbuatan tersangka.
"Tanggapannya sangat memprihatinkan, seorang guru semestinya seharusnya tidak melakukan hal seperti itu, untuk seorang guru, seorang pendidik menjadi teladan yang harusnya menjadi panutan bagi anak-anak yang seharusnya tidak dia lakukan," kata Astika.
Bila nantinya tersangka terbukti melakukan tindakan perbuatan cabul, maka dia akan dipecat dari status guru PNS.
"Kalau sudah bersalah tinggal dipecat saja. (Nanti) pimpinan yang menentukan. Karena yang bersangkutan sedang ditahan nanti kalau sudah diproses hukum dan bersalah ada kewenangan dari pimpinan di Badung untuk memberikan sanksi yang terberat bagi yang bersangkutan," jelasnya.

Hujan Deras, Permukiman dan 2 Sekolah di Serang Terendam Banjir

Hujan Deras, Permukiman dan 2 Sekolah di Serang Terendam Banjir

Tiga Desa di Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten diterjang banjir, setelah diguyur hujan lebat, Rabu (22/1). Selain merendam permukiman, banjir juga merendam SDN 2 Pejaten dan SMP yang ada di Desa Tonjong.
Berdasarkan data yang dihimpun, banjir terjadi di Desa Pegadingan, Desa Tonjong dan Desa Pejaten dengan ketinggian air mencapai kurang lebih 40 cm.
Ketua harian Crisis Centre BPBD Kabupaten Serang Jhonny mengatakan, banjir disebabkan oleh sistem drainase yang buruk di sejumlah daerah tersebut.
"Posisi drainase itu kondisinya tidak baik makanya air masuk ke sekolah dan pemukiman warga," katanya.
Jhonny mengungkapkan tengah melakukan penyedotan air di sekolah menggunakan Alkon, agar banjir surut dan aktivitas belajar bisa dilakukan kembali.
"Saat ini yang lagi penanganan SDN 2 kemaren sama SMP yang ada di Tonjong. Kami dapat laporan barusan. Iya sementara diliburkan, kemungkinan dua sekolah libur," terangnya.
Tidak ada korban jiwa dan juga rumah rusak, hanya banjir menyebabkan aktivitas warga terganggu akibat puluhan permukiman terendam air.

Curhat Pelajar Penikam Begal di Malang Jelang Palu Vonis Hakim Diketuk

Curhat Pelajar Penikam Begal di Malang Jelang Palu Vonis Hakim Diketuk

ZA (18), pelajar penikam begal di Kabupaten Malang akan menjalani sidang putusan atas kasusnya. Siswa SMA Kelas 3 itu menyampaikan curahan hatinya (curhat) sebelum palu hakim diketuk.
ZA tidak banyak bicara, cenderung lebih banyak terdiam. Tampak kegundahan di wajahnya.
"Saya serahkan kepada pengacara saja. Harapannya keputusannya nanti seperti yang disampaikan kuasa hukum saya, bebas," kata ZA usai menjalani sidang keenamnya, Rabu (23/1).
ZA mengakui sedang banyak pikiran termasuk urusan persiapan Ujian Nasional (UN) yang terabaikan selama ini. Pikirannya terkonsentrasi habis untuk menyelesaikan kasusnya.
"UN nanti antara Mei-Juli. Kan tidak ada waktu belajar, ya cukup terganggu, bolak-balik," katanya.
ZA lelah harus balik-balik berurusan dengan kasusnya. Sejak awal kejadian, dia menjalani pemeriksaan di Polres Malang berlanjut terus hingga kemudian persidangan demi persidangan.
ZA bermimpi dapat kembali ke sekolah dan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya demi mewujudkan cita-citanya.
"Saya ingin jadi orang sukses saja. Makanya keinginan itu ada (kuliah), melanjutkan. Pikir-pikir dulu saja (melanjutkan ke kampus mana)," ungkapnya.
Situasi sekarang ini membuatnya kesulitan dalam urusan membagi waktu, antara sekolah dan menjalani proses kasusnya. Bahkan kerap izin dari sekolah untuk menyelesaikan urusan pribadinya.
Tetapi konsentrasinya saat ini memang pada kasusnya agar segera selesai dan dengan hasil yang berpihak kepadanya.
"Susah juga (membagi waktunya), karena ada kasus ini. Doakan saja. Sebelum kejadian biasa-biasa saja, seperti anak sekolah lain, sering masuk sekolah," katanya.
Banyak pihak yang memberikan perhatian kepadanya. Beruntung pihak sekolah juga memberikan kemudahan,.
"Saya cerita, sama orangtua dan penasehat hukum," tegasnya.
Sesuai jadwal, sidang ZA akan kembali digelar dengan agenda membacakan vonis hari ini.

Kejagung Sebut 5 Tersangka Kasus Jiwasraya Simpan Aset di Luar Negeri

Kejagung Sebut 5 Tersangka Kasus Jiwasraya Simpan Aset di Luar Negeri

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejagung Febrie Adriansyah mengatakan ada aset miliki 5 tersangka kasus korupsi PT Jiwasraya di luar negeri. Pihaknya akan terus menelusuri seluruh aset semua tersangka itu.
"Pasti ada (indikasi aset yang disimpan di luar negeri). Saya pastikan ada. Oleh karena itu saya akan kejar terus kemanapun mereka sembunyikan aset," kata Febrie di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (22/1) malam.
Febrie juga mengakui ada kemungkinan bakal ada tersangka baru dalam kasus tersebut. Sebab, pengumpulan bukti dan pengembangan kasus terus dilakukan.
"Hingga saat ini masih kita kumpulkan alat bukti, tapi tidak tertutup kemungkinan bahwa akan ada penetapan tersangka lain," ujarnya.
Meski begitu, penyidik masih fokus menggali keterangan kepada kelima tersangka. "Tapi penyidik sampe saat ini masih konsentrasi melakukan pemberkasan di lima yang sudah kita tahan. Jadi ikuti saja perkembangan penyidik," jelasnya.
Kejaksaan Agung menetapkan lima orang sekaligus sebagai tersangka dan langsung melakukan penahanan dalam penyidikan kasus penyelewengan dana asuransi Jiwasraya. Lima orang itu ditahan untuk 20 hari ke depan.
"Tadi prosesnya telah dilakukan penahanan 5 orang tersangka sejak hari ini sampai 20 hari ke depan. Penahanan seperti diketahui juga kita pisah. Rutan Salemba cabang Kejagung, KPK Guntur dan Cipinang dan di Salemba cabang Kejaksaan Negeri Jaksel," kata Jampidsus Adi Toegarisma di Kejagung, Jaksel, Selasa (14/1).
Berikut lokasi penahanan kelima tersangka tersebut:
1. Benny Tjokro di Rutan KPK
2. Heru Hidayat di Rutan Salemba Cabang Kejagung
3. Hary Prasetyo di Rutan Salemba Cabang Kejari Jaksel
4. Syahmirwan di Rutan Cipinang
5. Hendrisman Rahim di Rutan Guntur

Paksa Mantan Istri Rujuk sambil Bawa Pedang, Usman Akhirnya Menginap di Hotel Prodeo

Paksa Mantan Istri Rujuk sambil Bawa Pedang, Usman Akhirnya Menginap di Hotel Prodeo

Lantaran ajakan rujuk ditolak, membuat Usman (38) naik pitam. Dia mengancam membacok mantan istri dan merusak rumahnya. Setelah dilaporkan korban, pelaku diamankan polisi. Dia dikenakan Pasal 335 ayat 1 KUHP dan Pasal 2 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman pidana maksimal sepuluh tahun penjara.
Pengancaman itu terjadi ketika pelaku mendatangi rumah mantan istrinya, Fitria Ulfa (28) di Jalan PSI Kenayan, Kelurahan Karang Anyar, Gandus, Palembang, Senin (20/1) malam. Ketika itu, pelaku membawa senjata tajam jenis pedang.
Pelaku mengajak paksa korban rujuk kembali, tetapi ditolak. Pelaku pun beringas. Buruh bangunan itu mengancam membacok korban dengan pedang dan menghancurkan rumahnya.
Ancaman itu dilakukan pelaku sambil membacokkan senjata tajam itu ke rumah korban. Korban dan keluarganya merasa terancam sehingga melapor ke polisi dan pelaku ditangkap.
Kapolsek Gandus AKP Willian Harbensyah mengatakan, status perkawinan korban dan tersangka telah bercerai dibuktikan dengan akta cerai dari Pengadilan Agama Palembang. Namun, tersangka tak terima dan mengajak korban rujuk kembali.
"Tersangka kesal ajakan rujuk ditolak, dia lantas mengancam membunuh dan merusak rumah istrinya," ungkap Willian, Rabu (22/1). Saat mereka bertemu, tersangka dan korban sempat adu mulut. Alhasil, tersangka semakin emosi dan mengeluarkan kalimat bernada ancaman.
"Jika tidak mau (rujuk) akan aku hancurkan rumah ini," kata Willian menirukan kata-kata tersangka.
"Kami amankan tersangka dan barang bukti sebilah pedang. Kami ingatkan warga jangan membawa sajam, kalau tidak menginap gratis di Hotel Prodeo (penjara)," sambung dia.

Olahragawan Asal Rusia Meninggal Saat Latihan Pernapasan di Kolam Renang

Olahragawan Asal Rusia Meninggal Saat Latihan Pernapasan di Kolam Renang

Olahragawan asal Rusia bernama Vladimir Chausov (30) ditemukan meninggal dunia di dalam kolam renang, Perumahan Akasia Park, Jalan Pura Masuka, Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, Rabu (22/1) sekitar pukul 08.30 WITA. Korban diduga sedang melakukan latihan pernapasan di dalam kolam renang.
"Untuk jenazah akan dititipkan sementara di RSUP Sanglah guna penanganan lebih lanjut," kata Kapolsek Kuta Selatan AKP Yusak Agustinus.
Sementara dari keterangan saksi, Aleksandr Gusliakov menyampaikan bahwa sekitar pukul 07.20 WITA, baru bangun dan melihat kamar korban yang letaknya berada di depan kamarnya terbuka.
Kemudian saksi turun ke lantai bawah dan terkejut melihat korban berada di dalam kolam renang. Aleksandr kemudian mengangkat korban ke pinggir kolam dan membangunkan teman-teman lainnya.
"Saksi selanjutnya memberikan pertolongan pernapasan dengan cara menekan dada korban. Saksi kemudian meminta bantuan kepada para tetangga untuk segera menelepon tim medis menuju ke TKP," imbuh Yusak.
Sementara dari keterangan Ariani Sastra, sebagai pemilik rumah menerangkan, korban sering berlatih pernapasan di dalam kolam dan surfing.
"Korban semalam juga sempat WhatsApp sekira pukul 19.40 WITA untuk meminta plastik tempat sampah. Saksi merasa kaget dengan adanya kejadian ini mengingat korban adalah olahragawan dan tidak ada riwayat sakit," ujar Yusak.
"Tim kesehatan menyampaikan bahwa menerima telepon kejadian dan tiba di TKP sekira pukul 07.50 WITA dan segera mengecek tubuh korban, mereka kemudian memberikan bantuan pernapasan dan mengecek nadi korban. Korban dinyatakan meninggal sekitar sejam yang lalu," sambung Yusak.
Yusak juga menyebutkan, dari catatanya korban mempraktikkan latihan pernapasan yang sudah diberikan oleh pelatih surfing dan korban juga sudah sering diperingatkan bahwa latihan itu tidak boleh dilakukan di dalam kolam renang, namun korban tidak mengindahkan peringatan itu.
"Di tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan dan korban adalah olahragawan yang tidak sering minum alkohol yang berlebihan. Hasil pengecekan tim Kesehatan yaitu mulut yang sudah membiru, hidung keluar darah dan pupil mata melebar," ujar Yusak.