816Agent
816WIN

Bandar Bola 816agent

Bandar Bola 816agent

Judi Bola

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Prediksi Bola 816Agent

Prediksi Bola

Tampilkan postingan dengan label berita motorgp. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita motorgp. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Juli 2019

Lorenzo Diisukan Akan Pensiun, Begini Respons Manajer Honda

Jorge LorenzoSachsenring – Pembalap Repsol Honda, Jorge Lorenzo, santer diisukan sedang mempertimbangkan pensiun dari MotoGP karena terus dilanda cedera. Kabar tersebut langsung mendapat respons dari Manajer Tim Repsol Honda, Alberto Puig. 
Puig mengatakan Honda tak mengetahui apa pun soal rumor tersebut. Fokus mereka hanya membantu Lorenzo segera pulih dan kembali ke lintasan. 
Rumor Lorenzo mempertimbangkan pensiun muncul dari beberapa media, salah satunya La Gazetta dello Sport. Rencana gantung helm itu mencuat karena dua alasan. 
Lorenzo dikabarkan bakal absen lama jika ingin pulih 100 persen dari cedera yang kini membelitnya. Dia sedang mengalami cedera retak tulang verbatra karena kecelakaan pada FP1 MotoGP Belanda, serta belum ada pengumuman resmi kapan kembali ke lintasan.
Prediksi awal dia bakal comeback pada MotoGP Rep Ceska pada 4 Agustus. Namun, ada juga rumor yang menyebut Lorenzo butuh masa pemulihan lebih lama lagi, kemungkinan kembali absen pada MotoGP Ceska dan Austria. Akibat cedera terbaru ini, X-Fuera sudah melewatkan balapan MotoGP Belanda dan Jerman. 
Alasan lain yang dikabarkan membuat Lorenzo ingin pensiun karena kesulitan beradaptasi di Repsol Honda. Lorenzo baru mendulang 19 poin, sedangkan rekan setimnya Marc Marquez bercokol di puncak klasemen MotoGP 2019 dengan koleksi 185 poin. 
Saat dikonfirmasi tentang isu Jorge Lorenzo tersebut, begini jawaban Puig. “Saya tak tahu apa pun. Saya hanya tahu dia mengalami kecelakaan di Belanda, mengalami cedera tulang belakang, dan satu-satunya hal yang kami harapkan dia kembali secepat mungkin untuk menemukan feeling dengan motor. Kami semua ada di sini untuk membantu dia,” kata Puig kepada AS

Selasa, 09 Juli 2019

Marc Marquez Takjub dengan Performa Cal Crutchlow di MotoGP Jerman

Cal Crutchlow Juarai GP MotoGP Argentina Sanchsenring – Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, memuji penampilan Cal Crutchlow di MotoGP Jerman. Menurut Marquez, Crutchlow memiliki ritme penampilan yang bagus, meski tengah dibekap cedera.
Cal Crutchlow tampil di MotoGP Jerman dengan mengalami cedera lutut. Kendati tidak dalam kondisi fit, pembalap 33 tahun tersebut memperlihatkan performa gemilang.
Dalam balapan yang berlangsung di Sirkuit Sanchsenring, Minggu (7/7/2019), Crutchlow start dari posisi keenam. Setelah melahap 30 lap, pembalap asal Inggris itu berhasil meraih podium ketiga. Dia tertinggal 7,741 detik dari Marc Marquez yang finis terdepan.
“Mungkin Anda tidak terlalu melihat, tetapi selama akhir pekan, Cal Crutchlow memiliki ritme yang bagus. Ritme sangat penting, memiliki referensi lain tidak membantu,” ujar Marquez.
Sementara itu, Cal Crutchlow merasa berpeluang mengambil alih posisi kedua dari Maverick Vinales. Akan tetapi, dia tak ingin memaksakan kondisinya yang masih dibekap cedera.
“Saya merasa kecepatan saya lebih bagus dibanding Vinales. Akan tetapi, saya tidak mau melewati dia karena saya tahu jika sudah pasti finis di posisi ketiga,” ujar Cal Crutchlow.

Hasil Balapan MotoGP Jerman

1. Marc Marquez (Repsol Honda) 41 menit 8,276 detik
2. Maverick Vinales (Monster Yamaha) +4,587 detik
3. Cal Crutchlow (LCR Honda) +7,741 detik
4. Danilo Petrucci (Mission Winnow Ducati) +16,577 detik
5. Andrea Dovizioso (Mission Winnow Ducati) +16,669 detik
6. Jack Miller (Pramac Ducati) +16,836 detik
7. Joan Mir (Suzuki Ecstar) +17.156 detik
8. Valentino Rossi (Monster Yamaha) +19,110 detik
9. Franco Morbidelli (Petronas Yamaha) +20,634 detik
10. Stefan Bradl (Repsol Honda) +22,708 detik
11. Tito Rabat (Reale Avintia Ducati) +26,345 detik
12. Pol Espargaro (Red Bull KTM Factory) +26,574 detik
13. Andrea Iannone (Factory Aprilia Gresini) +32,753 detik
14. Takaaki Nakagami (LCR Honda) +32,925 detik
15. Karel Abraham (Reale Avintia Ducati) +37,934 detik
16. Hafizh Syahrin (Red Bull KTM Tech3) +41,615 detik
17. Francesco Bagnaia (Pramac Ducati) +41,615 detik
18. Miguel Oliveira (Red Bull KTM Tech3) +57,377 detik
Gagal finis
Aleix Espargaro (Factory Aprilia Gresini) – 2 lap
Alex Rins (Suzuki Esctar) – 12 lap
Johann Zarco (Red Bull KTM Factory) – 28 lap
Fabio Quartararo (Petronas Yamaha) – 29 lap

Senin, 08 Juli 2019

Dovizioso Mulai Cemas Disalip Vinales dan Rins

Andrea DoviziosoSachsenring – Pembalap Ducati, Andrea Dovizioso, makin tertinggal jauh dari Marc Marquez (Repsol Honda) pada pacuan juara dunia MotoGP 2019. Bukan hanya sulit mengejar Baby Alien, Dovizioso juga mulai mencemaskan ancaman Alex Rins (Suzuki Ecstar) dan Maverick Vinales (Monster Energy Yamaha). 
Dovizioso masih bercokol di peringkat kedua klasemen meskipun hanya finis kelima pada MotoGP Jerman 2019 di Sirkuit Sachsenring, Minggu (7/7/2019). Namun, Dovi sudah tertinggal 58 dari Marquez yang berhasil menjuarai balapan di Sachsenring. 
Posisi ketiga klasemen ditempati rekan setim Dovizioso, Danilo Petrucci, dengan nilai 121 atau terpaut enam poin darinya. Rins menghuni posisi keempat meskipun gagal finis karena terjatuh pada lap kedua, dengan nilai 101. 
Vinales kembali merangsek satu peringkat ke urutan kelima. Dia baru mengoleksi 85 poin. Meskipun masih unggul cukup jauh, Dovi tak bisa mengabaikan ancaman Rins dan Vinales. 
Rins mampu melaju cepat pada hampir setiap sirkuit, sedangkan Vinales mulai tampil konsisten. Vinales sukses naik podium dalam dua balapan beruntun di Belanda dan Jerman.  
“Tentu (merasa khawatir). Persaingan bakal mudah (untuk Rins dan Vinales finis pada posisi lebih baik di klasemen) jika kami terus seperti ini, karena kami tak punya kecepatan dan sisa balapan masih banyak,” kata Andrea Dovizioso, seperti dilansir Crash.

Target Tetap Juara

Namun, Dovizioso tak mau mengibarkan bendera putih. Pembalap asal Italia itu juga menegaskan targetnya bukan finis sebagai runner up. 
“Target kami menjadi juara dunia. Tak terlalu penting jadi peringkat kedua atau keempat pada saat ini. Kami telah dua kali menjadi runner up pada pacuan juara dunia. Kami ingin bertarung untuk kemenangan. Jika ingin menang, kami harus lebih bagus. Sudah jelas itu,” kata Dovizioso. 
Dovizioso membantah kualitas motor Desmosedici terbaru lebih buruk dibanding musim lalu. Menurut dia, masalahnya terletak pada para kompetitor yang membuat kemajuan pesat. 
“Para rival lebih kuat. Itu yang terjadi,” tegas Andrea Dovizioso. 

Sabtu, 06 Juli 2019

FP2 MotoGP Jerman: Marc Marquez Tercepat, Rossi Tercecer

Marc MarquezSanchsenring – Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, menjadi yang tercepat pada sesi latihan bebas kedua (FP2) MotoGP Jerman di Sirkuit Sanchsenring, Jumat (5/7/2019). Hasil ini lebih baik ketimbang pada sesi latihan bebas pertama (FP1).
Marquez menjadi yang tercepat setelah menorehkan catatan waktu lap terbaik 1 menit 20,705 detik. Pembalap berjulukan The Baby Alien itu unggul 0,341 detik dari Alex Rins di urutan kedua.
Catatan waktu tersebut diraih Marquez setelah melahap 23 lap dari jumlah 26 putaran. Peringkat ketiga diraih pembalap Petronas Yamaha, Fabio Quartararo, yang mencatatkan waktu lebih lambat 0,360 detik dari Marquez.
Sementara itu, peringkat keempat dan kelima dihuni Maverick Vinales (+0,448 detik) dan Pol Espargaro (+0,560 detik). Hasil kurang baik didapat Valentino Rossi, yang menempati posisi ke-10 dengan selisih 0,833 detik dari Marquez.
Duo Ducati, Danilo Petrucci dan Andrea Dovizioso, berada dua tingkat di atas Rossi. Petrucci berada di urutan kedelapan (+0,779 detik) dan Dovizisio di posisi kesembilan (+0,784 detik).
Hasil FP2 MotoGP Jerman menjadi acuan para pembalap untuk mengikuti sesi latihan ketiga (FP3) yang akan dilakukan pada Sabtu malam WIB (6/7/2019). Mereka harus mampu menggeber motor ke kemampuan maksimal agar bisa menjadi yang tercepat pada FP3 dan sesi kualifikasi.

Hasil Lengkap FP2 MotoGP Jerman

1. Marc Marquez (Repsol Honda) 1 menit 20,705 detik
2. Alex Rins (Suzuki Esctar) +0,341 detik
3. Fabio Quartararo (Petronas Yamaha) +0,360 detik
4. Maverick Vinales (Monster Yamaha) +0,488 detik
5. Pol Espargaro (Red Bull KTM Factory) +0,560 detik
6. Cal Crutchlow (LCR Honda) +0,678 detik
7. Jack Miller (Pramac Ducati) +0,737 detik
8. Danilo Petrucci (Mission Winnow Ducati) +0,779 detik
9. Andrea Dovizioso (Mission Winnow Ducati) +0,784 detik
10. Valentino Rossi (Mosnter Yamaha) +0,833 detik
11. Aleix Espargaro (Factory Aprilia Gresini) +0,838 detik
12. Franco Morbidelli (Petronas Yamaha) +0,936 detik
13. Joan Mir (Suzuki Ecstar) +0,973 detik
14. Stefan Bradl (Repsol Honda) +0,988 detik
15. Takaaki Nakagami (LCR Honda) +1,024 detik
16. Andrea Iannone (Factory Aprilia Gresini) +1,053 detik
17. Karel Abraham (Reale Avintia Ducati) +1,192 detik
18. Miguel Oliveira (Red Bull KTM Tech3) +1,194 detik
19. Johann Zarco (Red Bull KTM Factory) +1,296 detik
20. Hafizh Syahrin (Red Bull KTM Tech3) +1,503 detik
21. Tito Rabat (Reale Avintia Ducati) +1,757 detik
22. Francesco Bagnaia (Pramac Ducati) –

Jumat, 05 Juli 2019

Jadwal Lengkap MotoGP Jerman 2019

Pebalap Ducati, Andrea Dovizioso, saat beraksi pada sesi kualifikasi di Sirkuit Motegi, Jepang, Sabtu (20/10/2018). Andrea Dovizioso akan memulai balapan MotoGP Motegi dari posisi terdepan sedangkan Marc Marquez keenam. (AFP/Martin Bureau)Sachsenring – Pembalap-pembalap terbaik MotoGP akan kembali beradu ketangguhan pada akhir pekan ini. Mereka akan menguji kecepatan dan skill pada MotoGP Jerman 2019, di Sirkuit Sachsenring, Jumat-Minggu (5-7/7/2019). 
Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, jadi sorotan jelang balapan kali ini. Dia memiliki catatan sempurna di Sirkuit Sachsenring yang dipastikan akan membuat pembalap lain waswas. 
Dalam sembilan kesempatan tampil di Sachsenring pada semua kelas, Marc Marquez selalu juara. Kini, Baby Alien menatap gelar yang ke-10 di Sachsenring. 
Namun, pembalap asal Spanyol tersebut tetap harus waspadai. Dia tak bisa memandang sebelah mata kebangkitan tim lain terutama Yamaha. 
Yamaha membuktikan mulai mengancam setelah menempatkan dua pembalapnya di podium MotoGP Belanda. Maverick Vinales menempati podium tertinggi, sedangkan Fabio Quartararo di posisi ketiga. 
Marquez juga tak bisa mengabaikan begitu saja potensi ancaman dari Suzuki dan Ducati, yang tentu ingin mengejar podium juga di MotoGP Jerman. 

Jadwal Lengkap

Jumat, 5 Juli 2019
14.55 WIB – 15.40 WIB: Latihan Bebas 1
19.10 WIB – 19.55 WIB: Latihan Bebas 2
Sabtu, 6 Juli 2019
14.55 WIB – 15.40 WIB: Latihan Bebas 3
18.30 WIB – 19.00 WIB: Latihan Bebas 4
20.05 WIB – 20.45 WIB: Kualifikasi
Minggu, 7 Juli 2019
19.00 WIB: Balapan

Kamis, 04 Juli 2019

Saran Legenda MotoGP untuk Valentino Rossi

Valentino RossiJakarta – Peraih 15 kali juara dunia balap motor, Giacomo Agostini, mengaku ikut sedih melihat Valentino Rossi yang tiga kali gagal finis secara beruntun pada MotoGP 2019.
Setelah terjatuh di Mugello, Italia, The Doctor tertabrak Jorge Lorenzo di Catalunya, Spanyol. Setelah itu, ia terjatuh lagi di Assen, Belanda akhir pekan lalu.
Selain masalah grip dan elektronik Yamaha YZR-M1 yang tak kunjung beres sejak 2017, Agostini menyebut bahwa Rossi tengah menjalani masa-masa krisis. Meski dapat memaklumi bahwa Valentino Rossi masih merasa senang menjalani balapan di MotoGP, Ago merasa sudah saatnya Rossi mulai memikirkan masa depan.
“Vale telah melakukan apa yang bisa ia lakukan. Tapi saat ini ia tak bisa bertahan di depan, dan ini memunculkan banyak masalah. Waktu akan berlalu bagi semua orang. Sama seperti Maradona, Cassius Clay, dan saya. Jika tidak, saya juga bakal tetap balapan sekarang,” ungkap Ago via QSseperti yang dikutip Tutto Motori.
Agostini pun mengakui, bahwa keputusan pensiun pasti akan sangat sulit diambil oleh semua atlet. Meski begitu, ia yakin seorang pebalap sekaliber Rossi harus benar-benar matang memikirkan masa depannya.
Ia yakin, jika ‘kesenangan’ ini terus-terusan dilanjutkan, maka Valentino Rossi akan mengalami trauma psikologis yang cukup parah nantinya. Agostini menyatakan hal ini, karena ia mendapat pengalaman serupa.
“Saat merasa tak bisa menang lagi, saya memutuskan pensiun sepekan setelahnya. Momen itu menciptakan trauma, dan saya yakin trauma Vale nantinya akan lebih besar. Saya menangis selama tiga hari usai balapan terakhir saya. Tahun-tahun berlalu, kemudian Anda akan menyadarinya dan mulai berpikir,” ujarnya.
Valentino Rossi sudah berusia 40 tahun. Ia dipastikan masih akan turun di MotoGP, setidaknya sampai akhir 2020. Meski paceklik kemenangan sejak MotoGP Belanda 2017, serta belum lagi juara dunia sejak 2009, rider Italia tersebut belum menunjukkan tanda-tanda ingin pensiun.
Fakta bahwa Rossi tak lagi muluk membidik gelar dunia ke-10, dan justru hanya ingin merasakan sensasi kemenangan semata, membuat Agostini makin cemas.
“Meski tak menang, ia tetap senang finis di posisi 4 atau 5. Vale sangat mencintai balapan, tapi ini justru membuatnya mengalami momen sulit seperti ini. Kami semua ingin selalu jadi nomor satu, tapi para rival sangatlah kuat. Vale mungkin dalam masa krisis, tapi apakah ia masih bisa menang? Siapa tahu?” tuturnya.
Menjelang MotoGP Jerman di Sirkuit Sachsenring akhir pekan nanti, Rossi masih berada di peringkat 5 pada klasemen pebalap dengan koleksi 72 poin. Ia hanya unggul 5 poin dari Fabio Quartararo di peringkat 5, dan hanya unggul 7 poin dari sang tandem, Maverick Vinales.

Rabu, 03 Juli 2019

Stefan Bradl Gantikan Jorge Lorenzo di MotoGP Jerman

Stefan BradlSachsenring – Repsol Honda menunjuk pembalap penguji, Stefan Bradl, menggantikan Jorge Lorenzo pada balapan MotoGP Jerman 2019, di Sirkuit Sachsenring, pada 7 Juli.

Lorenzo absen pada dua balapan sekaligus, MotoGP Belanda dan MotoGP Jerman, karena cedera. Pembalap berjuluk X-Fuera tersebut terjatuh keras pada latihan bebas pertama MotoGP Belanda, di Sirkuit Assen, Jumat (28/6/2019). 

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan mantan pembalap Yamaha dan Ducati itu mengalami patah ruas tulang belakang T6 dan T8. Dia dinyatakan tak fit untuk dua balapan itu, serta harus menjalani perawatan lanjutan di Spanyol. 

Bradl sudah mendapatkan kesempatan wild card di MotoGP Jerez musim. Saat itu dia finis di posisi ke-10 menggeber motor RC123V. 

Sirkuit Sachsenring bukan lintasan yang asing bagi Bradl yang berkebangsaan Jerman. Dia pernah melahap lintasan sirkuit itu saat masih berlaga di ajang grand prix. 

Raihan terbaiknya di Sachsenring saat finis kedua pada ajang Moto2 2011. Dia kemudian menempati urutan keempat pada MotoGP 2013.  

Bradl mengaku sangat senang dengan kesempatan yang didapatnya untuk menggantikan Jorge Lorenzo tersebut. 

Balapan Spesial
Pembalap berusia 29 tahun tersebut berjanji mengeluarkan kemampuan terbaik pada balapan di kandangnya itu.

“Saya sangat antusias bergabung ke tim Repsol Honda di Jerman. Ini balapan spesial bagi saya karena tampil di kandang. Tentu saja saya ikut bersedih untuk Lorenzo dan semoga dia segera pulih dan kembali lebih kuat,” kata Bradl, seperti dilansir Crash, Rabu (3/7/2019).  

“Saya senang bisa membantu tim dan HRC. Mari kita lihat apa yang akan terjadi pada akhir pekan. Kami telah bekerja bagus bersama Honda dan saya bersyukur atas kesempatan ini,” imbuh dia. 

Jumat, 31 Mei 2019

MotoGP Italia: Marquez Lontarkan Perang Urat Syaraf kepada Ducati

Marc MarquezMugello - Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, melontarkan perang urat syaraf terhadap Ducati menjelang balapan MotoGP Italia yang akan berlangsung di Sirkuit Mugello, Minggu (2/6/2019). Dia mengklaim Honda siap membuat Ducati keok di kandangnya sendiri. 
Rekor Marquez di Mugello yang bertipe sirkuit berkecepatan tinggi tak terlalu mengesankan. Dia hanya menang sekali di kelas premier pada 2014. Baby Alien juga gagal naik podium sejak 2016. 

Sebaliknya, Ducati menikmati kesuksesan besar di Mugello, termasuk kemenangan pada 2017 dan 2018 melalui Andrea Dovizioso dan Jorge Lorenzo. Pabrikan asal Italia tersebut bertekad meneruskan laju positif tersebut pada MotoGP Italia 2019.  
Namun, Marquez menyatakan Ducati patut waspada karena Honda menunjukkan kemajuan signifikan sehingga percaya diri bersaing di Mugello musim ini. Perubahan positif yang dirasakan Marquez terkait manajemen ban depan di motor RC213 V. 
"Pada 2017 dan 2018 saya sangat kesulitan mengatur ban depan. Tapi, tahun ini alokasinya berubah, jadi seharusnya jauh lebih baik. Selain itu, saya bisa mengatur ban depan dengan sangat berbeda. Jadi, kami akan berusaha kompetitif sejak awal dan kemudian menganalisis lawan," kata Marquez, seperti dilansir Crash, Jumat (31/5/2019). 
"Sejak Qatar hingga Le Mans kami terus menunjukkan kemajuan, jadi kami tiba di Mugello dengan feeling bagus. Cara saya mengendarai motor saya terasa nyaman. Kami tahu Mugello sirkuit yang kerap menyulitkan kami pada masa lalu, tapi kami juga pernah membalap sangat baik di sana. Tahun lalu kami cepat, tapi terjatuh di sana."
"Kami tahu balapan di sini penting bagi Ducati dan pembalap-pembalap Italia, mereka suka menang di sini, karena jadi hal penting bagi mereka," imbuh Marc Marquez. 

Minggu, 03 Februari 2019

MotoGP: Honda Siapkan Servis Terbaik untuk Marquez dan Lorenzo

Repsol Honda, Marc Marquez - Jorge LorenzoJakarta - Repsol Honda Team sudah siap tempur untuk balapan MotoGP 2019. Di musim ini, pabrikan asal Jepang itu punya dua juara dunia MotoGP, Jorge Lorenzo dan Marc Marquez.
Lorenzo merupakan 'armada baru' yang menggantikan Dani Pedrosa. Lorenzo merupakan juara dunia MotoGP pada 2010, 2012, dan 2015. Sedangkan Marquez menjuarai ajang balap bergengsi ini pada 2013, 2014, 2016, 2017, dan 2018.
Mempunyai dua juara dunia MotoGP akan menjadi tantangan bagi Honda. Sebab, gaya balap keduanya berbanding terbalik, Marquez cenderung agresif, sedangkan Lorenzo membalap dengan halus.
Namun bagi Marquez, hal ini bukan perkara besar untuk Honda. Terlebih, Honda pernah mengalami hal ini saat masih bersama Dani Pedrosa.
"Menurut saya, bagi Honda itu bukanlah masalah besar di MotoGP. Saat masih bersama Dani Pedrosa, kami memiliki gaya balap berbeda, dan Honda memiliki cukup potensi, terutama HRC, untuk menerapkan dua cara mengembangkan motor," ucap Marquez, dikutip dari Motor Sport.
Nantinya, Marquez dan Lorenzo akan dibantu pembalap pabrikan ketiga, Cal Crutchlow. Mereka akan menyempurnakan performa motor RC213V 2019.
"Namun pada akhirnya, saat Anda berkendara kencang, saat Anda coba memangkas tiap 0,1 detik, semua pembalap meminta hal sama," ucap pembalap kelahiran 17 Februari 1993 itu.
"Hal paling penting, misalnya bagi saya Jorge, Cal, kami bertiga memiliki masalah kurang lebih di area serupa. Maka, ini adalah cara bekerja dengan tim, dan coba meningkatkan (performa motor) musim 2019," kata Marquez menegaskan.
Namun, sebagai juara bertahan MotoGP, Marquez juga tak malu-malu menyatakan bahwa Lorenzo bakal menjadi ancaman serius baginya dalam perebutan gelar dunia. Lorenzo pun ia sejajarkan dengan Andrea Dovizioso, Valentino Rossi dan Maverick Vinales. Alex Rins (Suzuki) bahkan tak lolos dari perhatiannya.
"Lorenzo ada dalam daftar rival saya dalam memperebutkan gelar. Ia datang usai menang dengan dua pabrikan lain, dan ia juga punya keinginan kuat untuk berada di papan atas. Saya meletakkannya sejajar dengan Dovi dan kedua rider Yamaha," kata Marquez mengakhiri.